Cafe Sawah Pujon Kidul

Bernuansa Jawa, Suguhkan Pala Pendem

Penduduk Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang memanfaatkan potensi desa sebagai argro wisata. Dengan menjual “Café Sawah” kini dapat menunjang kebutuhan hidup warga sehari-hari. Sebelumnya, mereka bekerja keras namun pendapatannya tidak sebanding.

Udi Safi’I, sebagai pelaku wisata Desa Pujon Kidul mengatakan, desa wisata dirintis pada 2010. Perjuangan keras terus dilakukan untuk mengembangkan hingga pada 2014 dan kini mulai bisa dipetik hasilnya.

Desa wisata ini dahulu hanya melayani tamu untuk edukasi pertanian, pemerahan susu biogas serta agro wisata perkebunan. “Namun pada 2012 pihak desa membina masyarakat hingga dibangunlah Cafe Sawah pada November 2016,” ungkap Udi.

Pengembangan terus dilakukan di lahan seluas 500 x 100 meter persegi ini. Karena pendanaan kurang maksimal, pembangunanya sedikit demi sedikit, tidak bisa langsung seperti agro wisata milik swasta. Disini pengelolaannya dari masyarakat desa sendiri. Mereka tergabung di Badan Usaha Milik Desa (Bungdes).

Seperti Cafe Sawah ini, karyawannya saat ini mencapai 30 orang. Seluruhnya pengelolaannya oleh masyarakat Desa Pujon Kidul.

Konsep ke depan Cafe Sawah akan dipertahankan dengan nuansa Jawa atau tempo dulu serta nuansa alamnya. Nantinya, semua kuliner di cafe akan diganti dngan makanan jenis polo pendem, yakni makanan tradisional jawa dari dalam tanah seperti ketela, talas, kacang dan umbi-umbian.

Tidak hanya itu, gazebo-gazebonya akan ditambah tempat bersantai, kursi-kursi dari kayu dan tanaman berbagai bunga. “Saat ini kami pakai yang instan dulu karena tamu atau wisatawan terburu datang. Kami sebenarnya belum siap tapi para wisatawan yang datang tidak dapat dicegah,” paparnya.

Sementara ini, jam buka Safe Sawah, Senin-Jumat mulai pukul 08.00 WIB sampai 19.00 WIB. Sabtu-Minggu pukul 08.00 WIB sampai 22.00 WIB. Kedepan, jika sudah siap, jam buka akan diubah.

Ditambahkan Udi, gambaran ke depan, lahan bagian bawah akan ditambah taman dan diberi gazebo. Satu lokasi diberi gazebo satu dan tempat duduk yang dikelilingi tanaman sayur dan pertanian seperti padi. Kemudian akan dibangunkan mini hall dengan kapasitas 50 orang.

 

Reporter : Yudha Kriswanto

Follow Untuk Berita Up to Date