Cabut Laporan, Bupati Sidoarjo Maafkan Warganya Menghina di FB

Sidoarjo, koranmemo.com – Nur Slamet alias Nur Tehe mengakui kesalahannya dan menyesal. Hal itu dilakukan saat dihadapan Bupati Sidoarjo dan Waka Polresta Sidoarjo, AKBP Pasma Royce, Jumat, (18/5).

Nur Tehe telah melakukan pencemaran nama baik kepada Bupati Sidoarjo, Saiful Illah dalam akun facebook (FB) salah satu radio di Surabaya. Dia menulis komentar yang jorok hinggga menghina.

“Pelaku mengaku menyesal karena telah menyebar komentar miring dalam media sosial (medsos) yang bernada mencemarkan nama baik Bupati Sidoarjo H. Saiful llah. Penyebaran itu dilakukan pada bulan Maret lalu,” terang Waka Polresta Sidoarjo, AKBP Pasma Royce, saat dihadapan awak media Jumat,(18/5)

Sementara itu, Nur Tehe mengaku menyesal yang mendalam. Hal itu diutarakan Nur Tehe dalam surat pernyataan yang dibacakan di depan Bupati Sidoarjo H. Saiful llah dan Waka Polresta AKBP Pasma Royce yang memimpin konfrensi pers di halaman Mapolresta Sidoarjo.

“Saya menyesal. Saya mengakui kesalahan fatal yang saya buat. Saya tidak ada niatan dan khilaf,” ujarnya Nur Tehe.

Diceritakan, saat menulis komentar di laman akun facebook salah satu radio di Surabaya karena sedang terjebak macet. Menurutnya, hal itu spontanitas dan tanpa maksud apa-apa.

“Saat itu saya sedang menuju ke bandara Juanda untuk pergi ke Kalimantan. Saya terjebak macet. Spontanitas saya lakukan hal itu. Tanpa maksud dan tujuan apa-apa. Saya khilaf. Sekali lagi saya, Istri, anak dan keluarga saya¬† minta maaf kepada Bupati dan seluruh warga Sidoarjo,” papar warga yang tinggal di Desa Buduran, Sidoarjo tersebut.

Nur Tehe juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Kata Nur Tehe saat itu dirinya khilaf dan seperti terbawa emosi hingga berkomentar yang kurang patut kepada Bupati Sidoarjo H. Saiful llah.

“Ketepatan lagi kesal karena macet, saya buka salah satu facebook milik media. Disitu saya terbawa emosi dan mengolok-olok Pak Bupati melalui komentar dalam kemacetan itu. Sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya,” sesalnya.

Bupati Sidoarjo H. Saiful llah (Abah Saiful), yang semula memaafkan tapi menyerahkan proses hukum ke Polresta Sidoarjo, saat mendengar penyesalan dan permintaan maaf Nur Tehe yang membaca dengan terlihat gemetar itu, langsung bersedia mencabut laporannya.

“Syaratnya jangan sampai menjelek-jelekkan saya dan Sidoarjo yang saya pimpin,” kata Abah Saiful..

Kritik masyarakat pasti akan dia terima. Tapi kalau sudah pencemaran nama baik, dirinya tidak terima. “Masa saya dibilang guoblokk dan kata-kata tak patut lainnya. Dan itu dibaca oleh banyak orang, termasuk keluarga saya, saya dan keluarga kan malu,” terang Abah Saiful.

Karena pelaku telah meminta maaf dan mengakui kesalahan yang diperbuat, maka bupati memaafkan tapi dengan syarat pelaku tidak mengulangi perbuatan yang merugikan orang lain. “Saya akan cabut laporan di Satreskrim Polresta Sidoarjo,” imbuhnya.

Abah Saiful juga bercerita, Nur Tehe itu berkomentar dua kali dalam facebook milik media itu. Kata-katanya demikian. “Mestinya bundara waru-aloha-gedangan-sruni-buduran-sidoarjo kota di marekno skala perioritas…iki wes puluhan tahun berkutat karo macet…dasar Bupati Sidoarjo GUOOOOOBLOK jiancuk’an…mbok¬† Yo tiru Bu Risma top markotop…pembangunan. pelebaran jalan luar biasa”.

Nur Tehe juga berkomentar “Randy Ezter Ola opo rek kontrak wong kantorku dewendokgaying Kebonsari injoko,..cuman awak dewe terlahir ndok Sidoarjo nduwe bupati gak visioner asal muasal kemul2 sarung dadi Bupati…podho karo kerek munggah mbale…GUOOOOOBLOK pol.”

“Masak saya dibilang seperti itu. Coba sampeyan (kalian) dibilang seperti itu, marah tidak? Pastilah marah,” tukas Abah Saiful.

Karena yang bersangkutan sudah menyesali perbuatannya dan minta maaf, Abah pun memaafkan. “Saya maafkan kamu, kerja yang bagus dan bantu untuk membangun Sidoarjo,” papar Abah Saiful sambil memegang pundak Nur Tehe.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date