Cabuli Pelanggan Anak-anak Pemilik Kafe Penyuka Sesama Jenis Dibui

Tulungagung, koranmemo.com – Ronny (45), atau yang akrab disapa Bang Roni warga Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol diamankan anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung pada Sabtu (20/10) sekitar pukul 23.30 WIB di rumahnya.

Pasalnya, pemilik kafe Cendana yang ternyata penyuka sesama jenis tersebut diduga melakukan pencabulan terhadap AL (14), remaja asal Kecamatan Boyolangu. Kini kasus tersebut masih diselidiki korps Baju Cokelat karena diduga kuat korbannya lebih dari tiga anak.Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa celana dalam warna biru, baju atasan kotak-kotak, satu kaos putih kombinasi merah. “Saat ini tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubbag Humas Iptu Sumaji.

Dijelaskan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang menginformasikan bahwa tersangka memiliki perilaku seks menyimpang. Bahkan, tersangka yang juga sebagai pemilik kafe tersebut diduga sering mencabuli pengunjung kafe pria yang masih anak-anak. “Informasi tersebut kita terima 6 bulan silam, dan petugas langsung melakukan penyelidikan,” katanya.

Sumaji melanjutkan, selama proses penyelidikan ternyata petugas menemukan banyak kendala diantaranya minimnya saksi dan belum menemukan korban. Sehingga proses pengungkapan cenderung mundur. “Dari keterangan saksi-saksi masih minim petunjuk,” ujarnya.

Gayungpun bersambut, keseriusan petugas untuk mengungkap perilaku seks menyimpang dan pencabulan tersebut akhirnya terdengar ke telinga salah satu orang tua korban. Saat diminta keterangannya, korban mengaku sudah dicabuli sebanyak dua kali dimana yang terakhir pada Rabu (17/10) di rumah tersangka.

“Korban diciumi pipi kanan, pipi kiri, dan bibirnya, serta melakukan oral seks dengan cara kemaluan korban dimasukkan ke mulut tersangka,” jelasnya.

Setelah memiliki cukup bukti lanjut Sumaji, pada Sabtu malam tersangka langsung dibekuk di rumahnya yang berdekatan dengan kafenya saat tertidur. “Malam itu juga tersangka kita gelandang ke Mapolres untuk penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku telah mencabuli tiga anak laki-laki lain yang masih di bawah umur. Adapun modus yang digunakan, tersangka memberikan kopi gratis kepada mereka yang datang ke kafenya. Selain itu, tersangka juga bergaul sangat akrab dengan targetnya.

“Jadi targetnya tidak sembarangan anak. Tersangka memilih anak yang berpawakan bersih dan tampan,” ucapnya.

Masih menurut Sumaji, meski mengaku tidak pernah memberikan ancaman kepada para korbannya untuk tidak bercerita, namun saat hendak mencabuli korban tersangka menggunakan paksaan. Para korbannya juga djanjikan akan diberi uang, pakaian, hingga ponsel. “Setelah target ditentukan, korban langsung ditarik dimasukkan ke dalam kamar,” ucapnya.

Tersangka juga mengaku, perilaku seks menyimpangnya ini sudah berjalan hampir dua tahun. Meski ia memiliki istri yang kini bekerja di Taiwan dan seorang anak, namun ia sudah tidak memiliki ketertarikan dengan kaum perempuan. “Tersangka mengaku trauma, menurutnya saat mondok ia pernah disodomi oleh temannya,” imbuhnya.

Sumaji menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga berupaya untuk mengungkap apakah ia bermain sendiri ataukah berkelompok.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 82 jo pasal 76 E UURI No 17 tahun 2016 jo UURI jo 35 tahun 2014 jo UURI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tukasnya.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date