Butuh Waktu 2 Bulan Untuk Akrab dengan Anjing

Suka Duka Pelatih Satwa K-9

Kediri, Koran Memo – Tanggung jawabnya untuk melatih satwa dalam satuan kepolisian tidak bisa dianggap remeh. Selain dibutuhkan ketelatenan juga kesabaran untuk bisa akrab dengan anjing yang dilatih. Resikonya pun tidak main-main karena harus siap dengan karakter anjing yang liar.

Bripka Abraham, Kepala Unit K-9 Polres Kediri saat pengamanan demo (bakti/memo)
Bripka Abraham, Kepala Unit K-9 Polres Kediri saat pengamanan demo (bakti/memo)

Ditemui saat pengamanan demo warga Desa Rembangkepuh di Pemkab Kediri Kamis siang kemarin, Bripka Abraham bersama dua anggotanya, Brigadir Endro, Bripda Pinto, dan seniornya Ipda Ashanik. Saat itu, polisi-polisi pelatih K-9  membawa empat  satwa jenis rottweiler dan herder. Satu diantara tiga jenis herder masih berusia 7 bulan sementara lainnya di atas satu tahun. Sedangkan ras rottweiler yang dibawanya berusia 1,7 tahun.

Sudah delapan tahun pria bertubuh tinggi besar ini, setiap harinya  memantau perkembangan dua  jenis satwa ini. Butuh waktu dua bulan untuk bisa akrab dan menyatu dengan satwa yang dilatihnya. Bintara yang  sebelumnya bertugas di pasukan berkuda Mako Brimob Kelapa Dua itu harus benar – benar memahani karakter anjing dari ras Jerman dan Amerika itu.

Pengalaman bergabung di pasukan berkuda inilah yang dijadikan pijakan untuk melatih satwa K-9 karena komandannya meminta untuk melatih secara professional.Untuk biaya perawatan satwa ini satu bulan saja hampir Rp 2 juat. Meliputi dari makanan, minuman, ataupun bedak khusus agar warna bulu anjing tetap mengkilat dan bersih. Termasuk perawatan kandang yang terjaga rapi.

Indra penciuman dua satwa ini tajam, jika belum mengetahui karakter pawangnya pastilah menyalak keras dan seakan menyerang. Oleh karena pendekatan, perawatan, dan pelatihan yang diberikan harus benar-benar matang. “Sabar,telaten, dan percaya diri adalah modal utama bisa memahami dua jenis satwa ini. Beruntung dalam memelihara selama ini tidak pernah ada insiden yang terjadi, seperti tergigit atau satwa lari dari pegangan. Kami terus melakukan kontrol selama kami dalam tugas pengamanan agar tidak terlepas,” jelasnya.

Terlepas dari pegangan saja akan berakibat fatal.Karenanya Abraham dan dua anggotanya selalu memegang kendali satwa ini. Karena penciuman yang tajam ,satwa ini gampang sekali mengenali siapa yang datang. Dari jarak 300 meter, mereka sudah mengetahui siapa orang yang datang

Jika belum mengenali, pasti ia menyalak keras dan berusaha menyerang. Karena itulah akhirnya satwa jenis ini mengenali pelatihnya. Setiap pagi biasanya berlatih dengan jalan ataupun berlari di seputar Mapolres Kediri. Satwa ini dinilai cerdas dalam respon peristiwa apapun. Bahkan untuk pelacakan juga dinomorsatukan untuk membantu ungkap kasus dan pengamanan.(bakti wijayanto)

 

Follow Untuk Berita Up to Date