Buron 18 Hari, Pelaku Perkosaan Dicokok

Nganjuk, koranmemo.com – Rupanya usaha PH (26) warga salah satu desa di Kecamatan Pace melarikan diri sia-sia. Pelaku penganiayan dan perkosaan atas korban EW (27) warga Kecamatan Loceret ini diringkus Tim Resmob Satreskrim Polres Nganjuk di Surabaya. Sampai hari ini, Minggu (15/4) pelaku masih menjalani penyidikan.

“Pelaku diringkus di tempat kos Surabaya pada Kamis, 12 April 2018, setelah buron selama 18 hari. Pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis,” kata Ipda Trubus Lestari Paur Humas Polres Nganjuk saat dikonfirmasi koranmemo.com, Minggu (15/4).

Trubus mengungkapkan, terkuaknya kasus ini berawal pada Minggu (25/3) sekitar pukul 13.00 WIB lalu. Saat itu, korban menghubungi kakaknya dan menyuruh dijemput di RSI Nganjuk. “Kakak korban langsung meluncur ke rumah sakit, karena oleh korban disuruh cepat,” jelasnya.

Sesampainya di rumah sakit, kakak korban mendapati adiknya menangis sambil memeluknya. Dilihatnya ada memar di bawah mata kiri adiknya dan ada luka lecet di wajah adiknya. Hal itu membuat kakak korban curiga dan bertanya kepada adiknya siapakah yang berbuat.

“Ketika ditanya, korban menjawab usai diperkosa oleh PH di rumahnya wilayah Kecamatan Pace. Korban mengaku dicekik lalu kepalanya dibenturkan ke tembok saat berontak. Akhirnya terjadi pemerkosaan itu,” beber Trubus.

Seakan disambar petir di siang bolong hari kakak korban ketika mendengar penuturan adiknya. Selanjutnya, dengan mengajak adiknya kasus ini dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk. “Mendapat laporan, petugas langsung memintakan visum terhadap korban, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Trubus, petugas saat itu juga mencari keberadaan pelaku setelah mendengar keterangan korban. Namun rupanya pelaku sudah hengkang menuju Surabaya. Setelah didapat informasi keberadaannya, petugas baru dapat meringkusnya. “Pelaku langsung digelandang ke mapolres,” tukasnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date