Bupati Tandatangani MoU Kepariwisataan dengan Bali

Bupati Tandatangani MoU Kepariwisataan dengan BaliLumajang, koranmemo.com – Kehadiran investor di Kabupaten Lumajang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kami membuka diri bagi investor untuk ikut mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki Kabupayen Lumajang”, jelas Bupati Lumajang, Drs. As’at, M.Ag., saat membuka Sarasehan bersama para investor di Gedung Kesenian dr. Soedjoeno, Minggu (11/2/2018).

Bupati As’at menyatakan, membuka peluang seluas-luasnya kepada para investor yang ingin mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan potensi di Kabupaten Lumajang. Misalnya, potensi kepariwisataan yang besar, memerlukan peran investor untuk mempercepat dalam pengembangannya.

Dipaparkan Bupati, Lumajang memiliki 82 destinasi wisata, yang sudah menjadi unggulan Kabupaten Lumajang.  Selain air terjun Tumpak Sewu, Lumajang juga ada objek wisata alami, yaitu, B29, Wisata Ranu Kumbolo, pendakian Gunung Semeru dan lainnya.

Tidak hanya itu, di sektor pertanian, Lumajang juga memiliki potensi unggulan yang mencapai 36,59 %.

 Sebagaimana diketahui,  tanah pertanian di Kabupaten Lumajang sangat subur dan cocok untuk mengembangkan pembangunan sektor pertanian maupun perkebunan. Komoditi unggulan yang dihasilkan meliputi padi, pisang, kopi dan lain-lain. Apalagi saat ini, Lumajang sudah memiliki produk khas,  pisang mas kirana, pisang agung, dan salak pronojiwo yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat kabupaten Lumajang maupun luar daerah.

Lebih jauh, Bupati menjelaskan potensi di bidang pertenakan dengan produk unggulan berupa Kambing Etawa Senduro yang merupakan kambing asli dari daerah senduro. Potensi lainnya, antara lain, di sub sektor peternakan. Beberapa pekan lalu,  diselenggarakan Festival Panen Pedet,  yang bertujuan untuk mendorong peternak lebih bergairah dalam usahanya.

Sektor lain yang tak kalah menariknya, adalah pertambangan. Kabupaten Lumajang memiliki kekayaan alam berupa tambang pasir dan batu yang berkualitas. Namun, sejauh ini, sektor pertambangan pasir hanya menyumbang 3,9% dari produk domestik regional bruto (PDRB).

Diungkapkan Bupati As’at, Pasir yang berasal dari Gunung Semeru, sudah sangat dikenal di Provinsi Jawa Timur. Jembatan Suramadu dan pembangunan jalan TOL, menggunakan pasir dari kabupaten Lumajang.

Pemaparan yang disampaikan Bupati sangat menarik para investor, terbukti dengan beberapa investor aktif bertanya dan memberikan saran serta menyampaikan rencana yang berniat akan mengembangkan usahanya dan berpartisipasi dalam pembangunan Lumajang.

Diakhir acara, Bupati juga menandatangani MOU dengan perwakilan Kabupaten Badung, Provinsi Bali. MoU tersebut sebagai bentuk bekerjasama mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Lumajang.

Reporter : Abd Halim,Sp

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.