Bupati Sidoarjo Raih Penghargaan Pembina K3

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, S.H., M. Hum, selaku Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kembali mendapatkan penghargaan atas keberhasilannya dalam membina Program K3 di Kabupaten Sidoarjo. Bupati Sidoarjo menjadi peringkat ke-3 Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2017.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada Bupati Sidoarjo pada Upacara Peringatan Bulan K3 Nasional tahun 2018 di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya Jumat (12/1).

Selain diserahkannya penghargaan kepada Pembina K3, ada 29 perusahaan di Kabupaten Sidoarjo yang mendapat penghargaan Zero Accident (nol kecelakaan kerja), 5 perusahaan mendapat penghargaan Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan 1 perusahaan mendapat penghargaan Program P2 HIV/AIDS.

Usai menerima penghargaan, Bupati Saiful Ilah menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah perwujudan dari kerja sama semua pihak, khususnya para pengusaha dengan tenaga kerja di perusahaan tersebut.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja M. Husni Thamrin menambahkan bahwa perolehan ini bukan hanya sekedar  mencari penghargaan tapi bagaimana perusahaan itu bisa melakukan hak-hak dan kewajibannya di dalam menyikapi tentang kecelakaan kerja, karena dengan diterapkannya K3 akan berpengaruh kepada produktifitas kerja perusahaan.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri saat menjadi inspektur upacara juga menekankan bahwa pelaksanaan K3 harus dilihat sebagai hal yang penting. Pelaksanaan K3 adalah sebagai investasi sebab akan menghasilkan kenyamanan bagi perusahaan dan pekerja yang bisa meningkatkan produktifitas.

“Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja menimbulkan kerugian material, korban jiwa dan gangguan kesehatan bagi pekerja. Selain itu, juga dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh bahkan merusak lingkungan yang akhirnya berdampak kepada masyarakat luas,” tambahnya.

Menaker menyebut berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan jumlah kasus kecelakaan kerja terus menurun. Tahun 2015 terjadi kecelakaan kerja sebanyak 110.285 kasus, sedangkan tahun 2016 sejumlah 105.182 kasus, sehingga mengalami penurunan sebanyak 4,6%. Sedangkan sampai Bulan Agustus tahun 2017 terdapat sebanyak 80.392 kasus.

“Pada tahun 2018 ini, Peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan tahun ke empat bagi bangsa Indonesia, yang secara terus menerus berupaya mewujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2020,” ungkapnya.

Pada acara tersebut ada 10 Kabupaten/Kota penerima penghargaan Pembina K3 diantaranya Kab. Gresik, Kab. Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya, Kab. Tuban, Kab. Lamongan, Kab. Blitar, Kab. Bojonegoro dan Kota Madiun. Sedangkan untuk perusahaan penerima penghargaan Zero Accident (nol kecelakaan kerja), Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan penghargaan Program P2 HIV/AIDS ada sebanyak 389 perusahaan.

Reporter: Yudhi Ardian
Editor: Achmad Saichu

 

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz