Bupati Kediri Ajak Petani Kembangkan Pertanian Organik

Kediri, koranmemo.com – Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo mengenai pengembangan budidaya pertanian organik, Senin(6/11) siang Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno, mengumpulkan seluruh pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) beras organik se-Kabupaten Kediri di Desa Tawang, Kecamatan Purwoasri.

Hadir dalam pertemuan tersebut sebanyak empat Gapoktan, yakni Gapoktan Budidaya Kecamatan Kepung, Gapoktan Sekarputih Desa Pagung Kecamatan Semen, Gapoktan Mulur Desa Kencong, dan Gapoktan Tawang Jaya Purwoasri.

Bupati menjelaskan, agar petani organik mulai memperhatikan manajemen penanganan pasca panen. Diantaranya optimalisasi hasil, peningkatan mutu, pemasaran, dan legalitas. Pengembangan pertanian di Kabupaten Kediri sangat perlu. Tidak lagi menjual beras organik dalam bentuk curah.

“Ayo kita kembangkan pertanian organik ini. usahakan memiliki legalitas agar mampu dijual dalam kemasan merk sendiri berat 2 atau 5 Kg dan masuk ke pasar ritel. Karena permintaan akan beras organik ini semakin besar di pasar. Menjadi peluang untuk para petani organik untuk menangkap hal tersebut,” jelasnya.

Mengacu pada arahan  presiden yang memberikan intruksi agar pertanian organik mulai digelorakan. Karena secara ekonomis sangat menguntungkan, kesuburan tanah juga lebih bagus karena menekan pupuk kimia, pihak yang mengkonsumsi pangan organik juga merasakan dampak sehat.

Bupati juga menanyakan permasalahan pengembangan budidaya organik dan solusi yang mungkin dilakukan. Bupati menekankan agar luas lahan pertanian organik yang ada saat ini dapat ditingkatkan dua kali lipat. Beberapa masalah di pemasaran akan dibantu dengan diikutkan pameran oleh dinas dan perizinan akan terus dipandu Pemkab agar cepat selesai.

“ Ini bertujuan agar pertanian organik Kabupaten Kediri segera dikenal pasar dan memberikan peningkatan kesejahteraan. Bagi yang sudah berkecimpung di pertanian organik, mari kita tingkatkan luas lahan dua kali lipat. Nanti petani lain yang tahu hasilnya akan pengin dan ikut mencontoh. Akhirnya dikenal sebagai sentra beras organik dan pasar yang akan datang sendiri ke sini meminta stok,” imbuhnya.(adv)

Reporter: Bakti Wijayanto

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.