Bupati Blitar Resmikan Program Pamsimas III di Kedawung Binangun

Blitar,koranmemo.com -Masyarakat Desa Kedawung Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar sejak Selasa (06/02) pagi, berkumpul di kantor desa dan sekitarnya untuk menyambut kedatangan Bupati Blitar. Hal ini dikarenakan bupati akan meresmikan hasil Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas III) tahun 2017.

Ditemui pasca peresmian, Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM mengatakan, Pamsimas merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat yang dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota. Program Pamsimas  bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada warga kurang terlayani, termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah pedesaan.

“Dengan Pamsimas ini saya berharap masyarakat dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat,” kata bupati.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menjelaskan, untuk Kabupaten Blitar tahun 2017 lalu mendapatlan 10 titik. Tetapi ia mengaku, pada APBD juga menganggarkan untuk menambah 2 titik. Jadi total ada 12 desa. “Alhamdulillah program tahun 2017 ini sudah selesai semua dengan bagus,” pungkasnya.

Menurutnya, untuk pendanaan ini berbeda dengan dana pembangunan yang lain, dimana dana ini diberikan kepada masyarakat dalam bentuk tunai. Masyarakat diwajibkan membentuk organisasi pengelolaannya, kemudian membuat perencanaan dan melaksanakan. Setelah selesai, masyarakat mempunyai kewajiban mengelolanya.

“Jadi ini dari masyarakat untuk masyarakat pemakai. Sehingga dengan sistem ini nampaknya sangat bagus sekali,” terangnya.

Bupati berharap, dengan adanya program ini masyarakat bisa merasakan air minum bersih semua. Sehingga masyarakat mempunyai pola hidup yang bersih dan sehat. Selain itu tempat mandi juga bersih dan masyarakat bisa olahraga serta bekerja dengan baik jika kesediaan air minum bersih tercukupi.

“Semuanya pasti akan berjalan dengan baik jika air bersih tercukupi. Tapi sebaliknya, jika tidak terpenuhi akan mudah terserang penyakit,” paparnya.

Rijanto menambahkan, tahun 2018 ini program Pamsimas ini dilanjutkan lagi. Dan Kabupaten Blitar mendapatkan dana 18 titik serta ditambah dana dari APBD 4 titik. Dengan kondisi ini, tahun ini yang biasanya musim kemarau sebagian warga mengalami kesulitan air minum bersih, ini nanti akan selesai secara bertahap. “Anggarannya bervariasi, ya antara Rp 200 – 300 juta setiap titik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatker PS PAM Provinsi Jatim, Ir Rachmad Budi Siswanto, MT mengatakan, untuk tahun 2018 ini Kabupaten Blitar dipastikan sudah mendapatkan dana dari APBN untuk 18 titik. Menurutnya ini merupakan kelanjutan dari Pamsimas III.

“Ini sangat bagus sekali, karena membiasakan masyarakat supaya lebih aktif dan tidak menunggu pihak ketiga dalam mengerjakan program ini. Sebab dana yang mencapai Rp 300 juta langsung diberikan tunai kepada masyarakat melalui kelompok masyarakat,” jelas Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, kelompok masyarakat yang telah dibentuk diberikan kewenangam mengelola, merencanakan, melaksanakan, hingga merawatnya. Namun demikian, untuk pelaksanaan dari awal pihaknya melakukan pendampingan sebagai fasilitator.

“Dari kita ada fasilitator Kecamatan dan Kabupaten hingga Provinsi. Saya berharap masyarakat bisa merawatnya dengan baik,” harapnya.(adv/hms/MRobby/AriefJP)

Reporter: M Robby/Arief JP

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.