Bulog Mulai Distribusi Beras Sachet Kemasan 200 gram

Kediri, koranmemo.com – Perum Bulog Sub Divre Kediri mulai mendistribusikan beras sachet kemasan 200 gram. Beras kualitas premium yang dijual dengan harga Rp 2.500 per sachet itu mulai dikenalkan pada masyarakat. Setidaknya sebanyak 200 kemasan beras sachet mulai dipasarkan di dua Rumah Pangan Kita (RPK) Perum Bulog Sub Divre Kediri di Kota Kediri dan Kabupaten Nganjuk.

Defrizal, Kepala Perum Bulog Sub Divre Kediri mengatakan, jumlah produk beras sachet itu dipastikan terus bertambah. Untuk saat ini, dia menyebut masih sebatas promosi sehingga memberikan batasan jumlah produksi beras. “Didistribusi mulai hari ini. Hari ini masih sebatas uji coba, masih promosi untuk mengenalkan pada masyarakat. Ada 200 kemasan di dua RPK. Nanti akan terus bertambah,” jelasnya, saat dikonfirmasi Selasa (17/7).

Penambahan jumlah produksi beras itu, lanjut Defrizal menyesuaikan minat dan antusias masyarakat. Dia meyakini beras kualitas premium yang menyasar kalangan menengah ke bawah itu bakal ramai diburu masyarakat. Selain lebih ekonomis, harga beras kemasan 200 gram dinilai lebih terjangkau.

“Kalau dikalkulasi ketemunya sekitar Rp 12.500. Padahal harga eceran tertinggi (HET) beras kualitas premium sekitar Rp 12.800 per kilogram. Jadi lebih ekonomis dan praktis. Satu sachet bisa untuk dua hingga empat,” imbuhnya.

Defrizal menyebut, nantinya selain memasarkan beras kemasan 200 gram di RPK, perusahaan plat merah yang menaungi tiga wilayah itu juga menyasar pangsa pasar lainnya. Rencananya beras kemasan sachet itu bakal didistribusikan ke sejumlah pedagang pasar dan beberapa toko peracangan. “Nanti kami atur juga agar harganya tidak bergolak. Untuk saat ini masih di RPK, tidak menutup kemungkinan nanti juga dijual di pasar, agar terjangkau seluruh masyarakat. Tadi kami juga baru sosialisasikan ke Dinas Sosial (Dinsos) juga,” kata dia.

Keterbatasan ketersediaan jumlah beras kemasan itu, kata Defrizal dipengaruhi oleh faktor pengemasan. Untuk saat ini, pengemasan beras sachet itu masih terpusat di Perum Bulog Divre Jatim. “Jadi kami belum dapat pastikan berapa jumlahnya. Sebagai barometernya nanti menunggu respon masyarakat. Kalau antusiasnya tinggi, jumlah produksinya akan terus kami tambah,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date