Buku Ini Memuat Tulisan Bahwa NU Sama Dengan Organisasi Terlarang di Indonesia

Jombang, koranmemo.com – Buku Tematik Terpadu K-13 Tema 7 tentang Peristiwa Dalam Kehidupan untuk pelajar kelas V Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini memuat tulisan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) disamakan atau digolongkan dengan organisasi terlarang di Indonesia, seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), Perhimpunan Indonesia (PI) dan organisasi yang dianggap radikal lainnya.

Buku terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud setebal 226 halaman ini salah satunya ditemukan di MI Sullamuddiniyah di Desa Gondek Kecamatan Mojowarno.

Muhammad Asy’ari, guru MI Sullamuddiniyah mengatakan, tulisan yang menyebut NU sama dengan organisasi terlarang terdapat pada halaman 45. “Buku ini untuk kelas V tema 7. Beberapa hari yang lalu, ada wali murid yang datang ke sekolah dan menanyakan soal adanya kata radikal dalam buku tema 7 ini,” kata Asy’ari saat ditemui wartawan, Rabu (6/2).

Diakuinya, buku dengan sampul berwarna hijau kombinasi coklat ini telah diterima sejak tahun ajaran baru ini. Sejauh ini, buku baru dibagi ke para siswa sejak satu minggu yang lalu. “Buku ini belum diajarkan, tapi sebatas telah dibagikan saja,” sambungnya.

Asy’ari juga mengungkapkan jika para wali murid resah dengan tulisan yang menyamakan NU yang merupakan organisasi terbesar umat islam, yang dianggap radikal dan disamakan dengan PKI dan sebagainya. “Kalau dilihat, kalau kekeliruan ini tidak mungkin. Saya rasa ini ada yang sengaja menyusupkan materi radikal,” paparnya.

Kendati demikian, Asy’ari juga belum tahu apakah buku akan ditarik atau tidak. “Untuk itu (penarikan) masih perlu komunikasi dengan Waka Kurikulum dan bapal Kepala Sekolah,” pungkasnya.

Sementara dalam pengamatan wartawan, pada halaman 45 buku, terlebih dahulu membahas Masa Awal Radikal tahun 1920 – 1927 an. Di buku tersebut menceritakan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah pada abad ke 20, dan disebut masa radikal karena pergerakan-pergerakan nasional pada masa itu radikal atau keras terhadap pemerintah Hindia Belanda.

Mereka menggunakan asas nonkooperatif atau tidak mau kerja sama (dengan Belanda). Nah, dalam buku tersebut organisasi-organisasi bersifat radikal antara lain ditulis Perhimpunan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Nasional Indonesia (PNI).

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date