Buka Dua Jalur PPDB 2019/2020

Kediri, koranmemo.com – Rangkian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 mulai dilaksanakan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sederajat. Untuk lembaga pendidikan Madrasah pun juga sudah mulai melakukan PPDB baik online maupun manual. Bahkan, beberapa lembaga Madrasah juga membuka jalur excellent (prestasi) dan reguler.

Humas Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri, Abdul Basith mengatakan, untuk Madrasah baik Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA) sudah mulai melakukan pendaftaran sejak bulan Mei. Untuk pendaftaran awal, beberapa lembaga membuka jalur prestasi.

Jalur prestasi ini nantinya akan mendapat jelas khusus, bahkan ada lembaga yang menggunakan sistem Satuan Kredit Semester (SKS). Dengan sistem tersebut memang ada beberapa waktu yang bisa ditempuh oleh siswa, antara 4 semester sampai 8 semester. Namun yang menjadi acuan di lembaga adalah kurun waktu empat semester. Sistem ini, materi pembelajaran tidak dimampatkan, namun proses pembelajaran lebih dipercepat.

“Rata-rata pendaftaran dilakukan mulia April sampai Mei, tergantung dari kebijakan tiap Madrasah. Jumlahnya disesuaikan dengan kuota atau kemampuan tiap lembaga, dan nanti masih ada beberapa tes tambahan,” ujar Basith, Selasa (11/5).

Untuk MA Negeri di Kota Kediri, lanjutnya, sudah menggunakan pendaftaran sistem online dan dilanjutkan tes kepada calon peserta didik baru. Sedangkan MTs Negeri, ada yang menggunakan sistem online dan manual, serta akan melakukan PPDB jalur reguler. Seperti MTs Negeri 1 Kota Kediri, sudah mulai melakukan pendaftaran jalur reguler mulai tanggal 10 Juni.

Dari informasi yang diperoleh koranmemo.com, Kemenag membuat jadwal pendaftaran jalur reguler mulai bulan Mei sampai bulan Juni. Dengan jumlah masing-masing rombongan belajar (rombel) maksimal diikuti oleh 36 siswa. Meskipun ada pendaftaran secara online di lembaga MTs Negeri, namun siswa masih harus melakukan serangkaian tes untuk menentukan diterima atau tidak di lembaga tersebut.

Tes tersebut meliputi tes IQ serta tes untuk mengukur kemampuan akademik siswa. Dari hasil tes itu, tidak hanya menentukan siswa diterima atau tidak, namun juga menentukan siswa tersebut masuk ke dalam rombel. Ini dilakukan supaya siswa benar-benar dapat mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan maksimal, serta dapat mengikuti dan memahami materi dengan baik.

Selain tiga MTs Negeri, di Kota Kediri juga terdapat 6 MTs Swasta, dan salah satu lembaga berbasis pondok. Baik MTs Negeri maupun Swasta, tidak dibatasi oleh zonasi sehingga calon peserta didik baru dari Kota maupun Kabupaten Kediri dan calon peserta didik baru dari luar daerah, bisa mendaftar di lembaga tersebut.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date