Budak Sabu Divonis 5 Tahun 6 Bulan

Lamongan, koranmemo.com – Moch. Su’ud bin Muchtar yang menjadi terdakwa dalam perkara narkoba, akhirnya divonis majelis hakim dengan hukuman penjara 5 tahun 6 bulan. Sidang yang digelar Selasa (4/12) itu majelis hakim diketuai Rudy Wibowo, SH.,MH menyatakan terdakwa telah terbukti bersalah.

Dalam amar putusannya yang dibacakan di ruang Candra PN Lamongan, ketua majelis hakim menilai perbuatan terdakwa terbukti bersalah karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

“Terdakwa telah tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 (satu) bukan tanaman jenis sabu, sebanyak 2 poket dengan berat kurang lebih 0,34 gram,” papar ketua majelis hakim.

Dikatakan, perbuatan terdakwa telah bersalah sebagaimana perbuatan tersebut diancam pidana dalam pasal 112 (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan hukuman pidana penjara 5 tahun 6 bulan.

Selain putusan dikurangi masa tahanan, tambah Rudy, terdakwa juga harus membayar denda sebesar Rp 800 juta. “Dan jika tidak membayar denda maka diganti dengan kurungan/penjara selama tiga bulan,” jelas Rudy dihadapan terdakwa saat itu.

Sementara, usai sidang, Penasehat Hukum terdakwa, dari Posbakum Al Banna, Atip, SH.,MH mengaku jika dalam sidang sebelumnya sudah mengajukan pledoi, namun, saat itu Jaksa Penuntut Umum (JPU), Suprayitno, SH tetap pada tuntutannya yakni 6 tahun penjara.

“Kami sudah mengajukan pembelaan dalam agenda sidang sebelumnya. Namun, dalam sidang putusan kali ini, kami tidak mengajukan banding karena terdakwa saat dalam persidangan telah menerima putusan tersebut,” ungkapnya.

Diketahui, Moch. Su’ud telah ditangkap petugas  dari Polres Lamongan, di warung makan yang berlokasi di Desa Nginjen Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan. Saat dilakukan penggeledahan, ternyata petugas menemukan barang bukti 1 klip plastik sabu dan 1 klip sabu didalam bungkus rokok.

Dari hasil penyelidikan petugas, Moch. Su’ud mengaku, sabu tersebut didapat dari seseorang berinisial SM berasal dari Surabaya. Pada saat itu, sabu yang sudah dikemas dalam bungkus rokok diambilnya di seputaran lokasi terminal Osowilangun.

Setelah menemukan ‘barang’ tersebut, akhirnya Moch. Su’ud kembali ke Lamongan. Sebelum tertangkap, Su’ud sempat berhenti sejenak di sebuah tempat untuk memakai sabu. Kemudian, perjalanan ke Lamongan dilanjutkan. Saat mendekati rumah dan berhenti di warung makan, saat itulah petualangan Su’ud berakhir.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date