Buat Amplop Karakter, ABG ini Raih Jutaan Rupiah Tiap Bulan

Blitar, koranmemo.com –  Indah Mugi (24), terlihat telaten menempel potongan-potongan kain flanel di rumahnya, Jalan Anggrek, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Kain flanel yang dipotong kecil-kecil itu dibentuk menjadi amplop karakter yang unik dan lucu.

“Ini baru pertama kali bikin amplop karakter berbahan kain flanel. Saya belajar secara otodidak,” kata perempuan berjilbab ini.

Mugi, panggilan akrab Indah Mugi, mengaku sebelumnya hanya berjualan amplop saja. Tiap menjelang Lebaran, perempuan berkacamata ini kulakan amplop karakter untuk dijual kembali. Tetapi, pada Ramadan tahun ini, dia punya inisiatif untuk membuat kerajinan amplop karakter sendiri.

Kerajinan amplop karakter karya Mugi bisa dibilang berbeda dengan amplop karakter yang sudah ada di pasaran. Mugi membuat amplop karakter dengan model lain dari pada yang lain. Dia memilih membuat amplop dengan bentuk makanan yang disukai anak kecil. Yakni, es krim, astor, dan lolipop.

“Kalau amplop karakter dengan gambar kartun sudah banyak. Tapi kalau amplop bentuk es krim kayaknya baru ini. Ide itu muncul setelah melihat makanan yang banyak disukai anak-anak. Ternyata anak-anak suka makan es krim,” ujar Mugi.

Amplop karakter karya Mugi memang persis berbentuk es krim, astor, dan lolipop, bukan hanya bergambar saja. Misalnya, amplop berbentuk es krim. Mugi membuat amplop itu semirip dengan es krim.

Warna kain flanel yang dijadikan bahan amplop juga dibuat warna-warni. Dia juga menambahkan stik sebagai pegangan es krim.

Lebih unik lagi, amplop dengan bentuk permen lolipop. Amplop itu juga dibuat mirip dengan bentuk permen lolipop.

Hanya saja, bagian pegangan permen dibuat agak besar. Bagian pegangan permen ini yang digunakan untuk menyimpan uang  “Cara menyimpan uangnya digulung, lalu dimasukkan ke bagian pegangan permen,” kata Mugi.

Menurut Mugi, cara pembuatan amplop berkarakter mudah. Langkah awal, yakni, dengan cara membuat mal pada kain flanel.

Setelah itu, kain flanel yang sudah dimal digunting. Potongan kain flanel itu kemudian ditempel menggunakan lem.

Langkah terakhir, kain flanel yang sudah dilem itu dirapikan lalu dikemas menggunakan plastik.

Untuk harga jualnya juga tergolong murah. Mugi menjual amplop karakter mulai harga Rp 5.000 plsampai harga Rp 8.000 per 8 biji. Dia memasarkan amplop karakter karyanya secara online.

Sebagian dia titipkan di toko-toko Respon masyarakat terhadap amplop karakter karyanya juga baik. Sekarang dia mendapat pesanan 60 pak amplop karakter tiap harinya.

“Sehari saya bisa membuat 50 biji sampai 100 biji amplop karakter. Pembuatan satu amplop biasanya paling lama butuh waktu lima menit,” kata Mugi.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date