BSM Lepas Tangan

icon koran memo kediri*Terkait Dugaan Penggelapan Dana Nasabah

Kediri, Memo-Setelah sempat mempertanyakan kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJOK) Kediri, kini giliran Bank Syariah Mandiri Kediri yang membawahi se-Karesidenan Kediri dituding lepas tangan terkait dugaan penggelapan dana nasabah yang dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri Cabang Ngunut Kabupaten Tulungagung.

Krisnadi Kepala Bank Syariah Mandiri mengatakan pihaknya tidak mau tahu dengan masalah yang terjadi di Bank Syariah Mandiri Cabang Ngunut Kabupaten Tulungagung. Bahkan saat dikonfirmasi melalui teleponnya, ia melimpahkan masalah tersebut ke Bank Syariah Mandiri Pusat Jakarta.

“Kalau tanya masalah nasabah atas nama Hariyanto dari Bank Syariah Cabang Ngunut langsung aja ke Pusat Jakarta,” ungkapnya.

Sebelumnya, masalah yang dialami Hariyanto nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Ngunut Kabupaten Tulungagung sudah berlangsung selama 1 tahun dan tak kunjung selesai.

Bermula karena ingin memajukan usaha perternakannya, akhirnya Hariyanto pada Juni 2013 lalu mengajukan kredit sebesar Rp 8 M kepada Bank Syariah Mandiri Cabang Ngunut.

Karena pengajuan kredit yang tidak sedikit, Hariyanto lantas ditemukan dengan Ine Purbandini, Kepala Cabang Ngunut Bank Syariah Mandiri dan di suruh untuk melengkapi beberapa persyaratan guna mempercepat pencairan dana kredit tersebut.

Namun, setelah memenuhi beberapa persyaratan administrasi hingga Hariyanto mengeluarkan uang sekitar Rp 30 juta, dana kredit tersebut tak kunjung cair. Bahkan, diketahui uang sejumlah Rp 30 juta yang berada di rekening Bank Syariah Mandiri miliknya lenyap.

Sebagian kecil masalah tersebutlah yang membuat Hariyanto kecewa kepada Bank Syariah Mandiri Kediri dan OJK Kediri ketika dirinya mengadukan masalah tersebut namun tindak lanjutnya terkesan lambat.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Hariyanto sempat melayangkan surat pengaduan dan mempertanyakan SOP (Standard Operating Procedure) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri. Pasalnya setelah membantah menerima laporan pengaduan dari dirinya.

Namun, Kepala OJK Kediri Bambang Hermanto akhirnya mengakui telah menerima laporan tersebut pada 18 Maret 2014 lalu setelah melakukan pengecekan berkas.

“Setelah saya cek, ternyata benar laporan tersebut kami terima sejak 18 Maret 2014. Dan pada 20 Maret 2014 laporan tersebut sudah kami kirimkan ke OJK Pusat,” jelasnya.(can)

Follow Untuk Berita Up to Date