Bromo, Bukan Sekedar Menikmati Matahari Terbit, Tapi juga Menjawab Tantangan (1)

Probolinggo, koranmemo.com – Nama Gunung Bromo mungkin sudah sangat terkenal di bumi Nusantara ini. Apalagi jika ada tambahan nama Suku Tengger yang begitu khusuk dengan ritual keagaamnnya, tentu ini menjadi aset yang luas biasa sangat potensi untuk dinikmati para turis mancanegara (bukan hanya turis domestik saja). Kalau potensi ini digarap dengan sangat serius yang tentu didukung penuh oleh pemerintah daerah setempat beserta warga, ini akan membawa Probolinggo tentu akan jauh lebih baik.

Sedikit cuplikan tentang Gunung Bromo yang diambil dari Wikipedia. Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama dalam agama Hindu) atau dalam bahasa Tengger dieja “Brama”, adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Bagi penduduk sekitar Gunung Bromo, suku Tengger, Gunung Bromo/Gunung Brahma dipercaya sebagai gunung suci. Setiap setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atauKasodo. Upacara ini bertempat di pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Dari segi geografis, Gunung Bromo memang sangat mudah untuk dijangkau para wisatawan. Letaknya yang strategis, memudahkan para wisatawan untuk berkunjung ke Gunung Bromo. Para wisatawan bisa masuk ke lokasi Gunung Bromo baik lewat Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Gunung Bromo memiliki daya tarik yang sangat luar bisa untuk bisa menyedot wisatawan. Maka tidak heran begitu dasyatnya Gunung Bromo sehingga wisatawan yang rela berpayah-payah ke Gunung Bromo demi menyaksikan kecantikan sunrise. Mereka para wisatawan itu ada juga yang datang dari Bandung, dari Bali juga ada dan beberapa daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga banyak.

Follow Untuk Berita Up to Date