BPBD Ingatkan Warga Lereng Kelud Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

Blitar, koranmemo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam banjir dan tanah longsor sehubungan dengan curah hujan yang cenderung menguat dan berpeluang terjadi pada pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari.

Imbauan tersebut disampaikan khususnya bagi warga yang bermukim di wilayah lereng Gunung Kelud. Daerah tersebut disinyalir sebagai wilayah rawan bencana.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar Heru Irawan mengatakan, puncak musim hujan di Kabupaten Blitar diprediksi akan terjadi pada pertengahan Januari 2019. Hal ini berdasarkan informasi yang diterima BPBD dari Badan Meterologi Klematologi Dan Geofisika (BMKG).

“Surat edaran dari BMKG sudah kami terima. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan adanya bencana longsor bagi masyarakat yang bertempat tinggal di perbukitan,” ucap Heru Irawan,Jumat (04/01).

Dijelaskan sejumlah kecamatan di Kabupaten Blitar rawan bencana tanah longsor. Diantaranya Kecamatan Gandusari, Doko, Selorejo, dan Kesamben. Karena letak wilayahnya berbukit-bukit.

Selain itu beberapa kecamatan rawan banjir. Diantaranya Kecamatan Sutojayan dan Kecamatan Wonodadi. Serta kecamatan yang dilewati sungai aliran lahar Gunung Kelud seperti Kecamatan Garum dan Kecamatan Nglegok.

Dikatakannya, dengan kondisi ini pihaknya mulai meningkatkan pantauan terhadap kondisi cuaca di Kabupaten Blitar secara berkala. Terutama kerawanan terjadi nya bencana alam terutama bencana tanah longsor.

“Tentu di musim seperti ini petugas BPBD secara otomatis akan meningkatkan pantauan terhadap kondisi sejumlah wilayah yang rawan bencana,” tuntasnya.

Reporter: Arief juli prabowo

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date