Bongkar Prostitusi Online di Kediri: Satu Tahun Beroperasi, Miliki 10 WTS

Kediri, koranmemo.com – Satreskrim Polres Kediri melakukan konfrensi pers kasus prosetitusi yang dilakukan oleh NO (36), Rabu (15/5). Warga Desa/Kecamatan Pagu ini mengaku sudah satu tahun  melakukan bisnis prostitusi online ini. Selama satu tahun tersebut pelaku telah memiliki 10 wanita tuna susila (WTS) untuk di pekerjakan.

Dalam pers rilis NO mengaku dalam melakukan aksinya dia menggunakan media whats app. Dia juga mengaku menawarkan perempuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam satu kali transaksi dia mengambil keuntungan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000.

“Saya menyesali perbuatan saya. Saya sudah satu tahun bekerja sebagai mucikari selama satu tahun,” ungkap NO pada saat konfrensi pers.

Sejumlah Wanita Tuna Susila tersebut dikenalnya dan dipekerjakannya. Untuk sekali transaksi, NO mengambil harga mulai Rp 600.000. Sementara untuk pembagian komisi 80 : 20. Dimana 80 persen untuk wanita tuna susila dan 10 persen untuk komisi NO.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Ambuka mengungkapkan, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Atau pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP ancaman hukuman minimal 3 tahun maksimal 15 tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Kediri membongkar praktik prostitusi online di wilayah Kabupaten Kediri. Petugas mengamankan sepasang bukan suami istri di sebuah hotel di wilayah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Dari penangkapan pasangan tersebut polisi mengamankan seorang NO, selaku mucikari.

Terbongkarnya praktik prostitusi online tersebut pada Jumat (10/5) lalu. Awal sekitar pukul 20.00 WIB, petugas kepolisian Polres Kediri mendapatkan informasi bahwa di hotel di Kabupaten Kediri terjadi praktik tindak pidana prostitusi via online. Anggota Satreskrim Polres Kediri melakukan pemeriksaan terhadap kamar-kamar hotel tersebut.

Hasilnya di salah satu kamar hotel ditemukan pasangan bukan suami istri. Selanjutnya dari keterangan perempuan tersebut disalurkan oleh mucikarinya melalui via online (whats app). Pasangan bukan suami istri tersebut diamankan, kemudian dilakukan pengembangan dan dilakukuan penangkapan terhadap NO (36) warga Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri yang sebagai mucikari.

Reporter Nuramid Hasyim

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date