Bertapa 40 Hari di Gunung Budeg: Ditemukan Tinggal Potongan Tubuh, Bagian Kepala Hilang

Tulungagung, koranmemo.com – Keluarga besar Sapariyanto alias Bero (50) warga Desa Ngranti Kecamatan Boyolangu pada Rabu (3/1) sekitar pukul 09.00 WIB terkejut. Pasalnya Bero ditemukan tewas di Lereng Tumpak Kendit Gunung Budeg masuk Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat. Dia keluar rumah pamitan kepada keluarganya akan bertapa selama 40 hari.

Saat ditemukan, kondisi korban sungguh mengenaskan karena hanya menyisakan tulang-belulang yang terbalut celana dan kaos. Bahkan, kedua tangan korban ditemukan sekitar dua meter dari kaki dan badan korban yang berada di bawah Pohon Dadap. Sedangkan bagian kepala korban atau tengkorak masih belum ditemukan.

Kapolres Tulungagung, AKBP Yong Ferrydjon melalui Kapolsek Campurdarat AKP I Nengah Suteja membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, tulang belulang tersebut ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang mencari rumput di lokasi.

Ketika itu, orang tersebut melihat benda seperti kayu namun setelah diperhatikan ternyata menyerupai tulang kaki “Hal tersebut dikuatkan dengan adanya celana dan kaos pada tulang tersebut,” katanya.

Dilanjutkan, setelah itu orang tersebut memberitahu Sutrisno (67) warga Desa Tanggung atau juru kunci di lokasi tersebut dan diteruskan ke Polsek Campurdarat.

“Mendapat laporan tersebut kami bersama tim Inafis Polres Tulungagung langsung menuju ke lokasi,” ujarnya.

Namun, perjalanan menuju lokasi sangat menghabiskan waktu karena lokasi berada di lereng Tumpak Kendit Gunung Budeg atau sekitar 2 kilometer dari jalan desa dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Dikatakan, sesampainya di TKP, petugas langsung mengevakuasi korban, namun bagian tengkorak korban atau kepala korban belum ditemukan. Sedangkan kedua tangan korban ditemukan terpisah sejauh 2 meter dari badan dan kaki korban.”Korban juga terlihat masih mengenakan celana dan kaos,” ujarnya.

Menurut pengakuan warga sekitar lanjutnya, lokasi tersebut memang favorit untuk dijadikan sebagai tempat “ngarit” atau mencari rumput. Tak hanya bagi warga Tanggung, namun banyak warga dari daerah lain yang ke lokasi. Namun demikian, mayat tersebut tidak mengeluarkan bau.

Ditambahkan, dari pihak keluarga meyakini jika kerangka tersebut adalah salah satu dari keluarganya. Hal tersebut didasarkan pada celana dan kaos yang ditemukan pada tulang tersebut.

Bahkan menurut pengakuan Juwariyah (57) istri korban, pada Jumat (1/12) sekitar pukul 05.00 WIB dirinya sempat mengantarkarkan korban ke kaki Gunung Budeg. Ketika itu korban sempat berpesan, sebelum 40 hari jangan mencarinya karena sedang bertirakat. “Korban diketahui memang sering meninggalkan rumah untuk bertapa,” imbuhnya.

Disinggung penyebab kematian korban, Perwira dengan tiga balok tersebut masih enggan berandai-andai. Menurutnya pihaknya akan menunggu hasil otopsi yang dilalukan di RSUR dr Iskak.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.