Berpura-pura Gila, Petualangan Pelaku Curanmor Berakhir

Trenggalek, koranmemo.com – Berulang kali lolos dari jerat hukum rupanya tak membuat Sony Firmansyah (20) merasa kapok. Meskipun beberapa kali tepergok warga mencuri sepeda motor, namun ia tak pernah tersentuh hukum sebelum petualangannya berakhir di Mapolres Trenggalek. Pasalnya dia selalu menunjukkan sikap tak wajar seolah mengalami gangguan jiwa yang diketahui belakangan hanyalah sebuah alibi.

Petualangan pencuri motor remaja yang pernah mengenyam di pondok pesantren (ponpes) itu akhirnya berakhir pasca diamankan Tim Satreskrim Polres Trenggalek, Kamis (16/5) di Jalan Mayjen Sungkono Trenggalek. Dia diamankan petugas pasca kedapatan mencuri motor milik Sutrisno (55) warga RT 02/RW 01 Kelurahan Surodakan Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

“Kami amankan pelaku sekira pukul 14.30 WIB,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana kepada koranmemo.com saat dikonfirmasi, Kamis (23/5).

Belakangan diketahui jika remaja asal RT 07/RW 03 Desa Ponokawan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo pernah melancarkan aksi serupa di wilayah lainnya di Jawa Timur. Namun lagi-lagi perilaku serupa ditunjukkan sehingga warga yang mengamankan pelaku pasca mencuri enggan memilih menempuh jalur hukum.

“Pernah mondok, tapi putus. Dia sebenarnya sudah beberapa kali melakukan itu. Sejauh yang kami monitor melakukan tindakan serupa di wilayah Mojokerto dan Sidoarjo,” imbuhnya.

Tak percaya dengan gelagat yang ditunjukkan pelaku, akhirnya penyidik Satreskrim Polres Trenggalek membawa pelaku ke pakar psikologi. Berdasarkan keterangan ahli, diketahui jika Sony Firmansyah belakangan tidak mengalami keterbelakangan mental. Akhirnya petualangannya berakhir di Mapolres Trenggalek.

“Setelah kami lakukan penangkapan, dengan sikap indikasi yang dia tunjukkan kemudian kami bawa ke poli jiwa. Setelah itu kami lakukan observasi, kami minta keterangan ahli dan hasil kesimpulan dia bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal 363 sub 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Dia dipastikan bakal menikmati lebaran di balik jeruji penjara.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date