Bermasalah, Dewan Evaluasi Kinerja Rekanan Proyek Gedung DPRD Jilid II

Madiun, koranmemo.com – Minusnya progress pekerjaan proyek lanjutan Gedung Baru DPRD Kota Madiun jilid II menjadi perhatian serius para wakil rakyat. Rabu (3/10) dewan mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan kontraktor dari PT Ris Putra Delta dan CV Prima Cipta Consultant selaku Manajemen Kontruksi (MK).

Dalam RDP kali ini, seluruh Komisi hadir “mengadili” rekanan asal Gayung Kebonsari Surabaya tersebut. Termasuk, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR).
“RDP ini tidak hanya dihadiri Komisi III saja. Namun Komisi I dan II ikut. Karena kita semua ini nanti sebagai user (pengguna,red) dan dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan,” kata Ketua DPRD Kota Madiun, Istono saat membuka RDP, Rabu (3/10).

Dalam RDP ini, terungkap bahwa pekerjaan selalu mengalami devisit progress sejak awal pelaksanaan (lihat table). Hingga akhirnya devisit itu sampai di atas 10 persen. Sehingga dengan terpaksa Sekwan selaku Pengguna Anggaran (PA) melakukan langkah tegas dengan mengelar show cause meeting (SCM-1) pada Sabtu (29/9) lalu.
“Kita meminta gedung DPRD ini tuntas sesuai akad perjanjian kontraknya tanpa meninggalkan persoalan. Sekali lagi kita tidak main-main dengan proyek ini, kami akan mempelototi terus. Sehingga jangan sampai ada masalah,” harapnya.

Senada dikatakan Marsidi Rosyid. Selaku anggota Komisi III, ia tidak ingin kasus proyek Gedung Baru DPRD Jilid I terulang kembali. Pelaksana diminta untuk segera mengejar keterlambatan pekerjaan. Pun, tidak melupakan kualitas bangunan. “Kita lihat saja pada SCM II yang akan dilaksanakan pada minggu ke-14, atau akhir bulan ini. Jika masih saja minus, maka ya by rule saja.

Tapi kita berharap sebelum SCM II itu sudah zero minus,” terangnya.

Pelaksana utama PT RPD, Achmad Ismangil berdalih, pekerjaan yang saat ini dilakukan memang tidak menyumbangkan progres cukup besar. Kenaikan progress cukup signifikan terdapat pada barang pabrikan, seperti mekanikal elekrikal, AC, hydrant, trafo, kabel feeder, dan amature lampu. Saat ini barang-barang itu sudah dipesan dan dijanjikan akan datang dalam minggu ini.
“Waktunya masih cukup panjang, jadi kami optimis dapat selesai. Barang pabrikan juga sudah kita pesan semua,” kata Ismangil.

Ditempat yang sama, team leader MK dari CV Prima Cipta Konsultant, Haris Suwandi meyakini pelaksana proyek mampu mengejar keterlambatan capaian progress di sisa waktu yang tinggal 2,5 bulan. Bahkan di akhir Oktober ini, rekanan berkomitmen tidak akan ada keterlambatan proyek. Pada RDP ini, Haris merekomendasikan pelaksana proyek mendahulukan pekerjaan yang memiliki nilai progres paling besar.

“Jadi contohnya seperti hydrant dan kabel feeder karena memiliki bobot yang paling besar. Jadi pengadaan-pengadaan itu segera di PO (Purhcase Order,red) dan didatangkan materialnya,” kata Haris.

Sementara itu, Kepala DPU-TR, Suwarno meminta PA untuk melakukan pengecekan Purhcase Order (PO) di supplier. Ini untuk mengetahui kebenaran pemesanan barang pabrikan yang dilakukan oleh kontraktor.

Jika memang rekanan benar-benar sudah memesan barang-barang pabrikan tersebut, maka permasalahan keterlambatan progress akan selesai. Karena, barang-barang pabrikan ini lah yang akan menyumbang progress cukup besar.
“Saya merekom ke PA untuk memerintahkan MK untuk cek PO nya. Kalau perlu sampai ke distributornya. Betul tidak sudah dipesan? Kalau itu clear, Insaallah masalah ini selesai. Karena bobot terbesar ini (barang pabrikan,red) 40 persen,” ujarnya.
Misdi selaku Sekwan dan PA dalam proyek ini mengaku akan langsung menjalankan rekomendasi yang diberikan DPU-TR. Ia juga menagih janji yang telah disepakati dalam SCM-1.

Dimana dalam SCM-1 terungkap, keterlambatan disebabkan suplai material seperti AC gedung paripurna, hydrant kawasan, instalasi, kabel feder, paving dan trafo. Selain itu juga kurangnya tenaga kerja dan belum optimalnya pekerja lembur. Sehingga dari hasil kesepakatan pada SCM-1, PT RPD menyanggupi untuk meningkatkan kemajuan fisik pekerjaan tanpa mengurangi kualitas.
“Terutama dalam kurun waktu 28 hari mendatang, target fisik yang harus diselesaikan, yakni tidak terjadi deviasi minus pada minggu ke-14. Jika masih minus, maka berlaku SCM-2. Kesepakatan lainnya, action plan sampai minggu ke 4 bulan Oktober segera disampaikan. MOS dengan bobot yang besar supaya segera didatangkan untuk mengurangi deviasi progress,” terangnya.

Reporter: M. Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu

Tabel

DEVISIT PROGRESS PEKERJAAN PROYEK GEDUNG BARU DPRD KOTA MADIUN JILID II
Minggu 1
– 0,058 persen
Minggu 2
– 1,046 persen
Minggu 3
– 2,645 persen
Minggu 4
-4,156 persen
Minggu 5
-6,486 persen
Minggu 6
-8,758 persen
Minggu 7
-9,088 persen
Minggu 8
-9,869 persen
Minggu 9
-13,588 persen
Minggu 10
-13 persen

 

Follow Untuk Berita Up to Date