Bermain di Sungai, Pelajar Tewas Tenggelam

Trenggalek, Koranmemo.com – Seorang pelajar warga RT 11/RW 04 Dusun Jumog Desa Tumpuk Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek tewas tenggelam. Rio Panji Nugraha (17), pelajar kelas XII sebuah sekolah setingkat SMA di Kabupaten Trenggalek tewas saat bermain di sungai bersama dua temannya, Jumat (21/12). Diduga pelajar nahas itu tewas lantaran tidak bisa berenang saat bermain di sungai.

Iptu Supadi Kasubag Humas Polres Trenggalek mengatakan, sebelumnya tiga pelajar sebuah sekolah setingkat SMA itu bermain di sungai bersama dua temannya yakni Andy Dwiyanto (16) dan Rona Ega Kharisma (16). Mereka bertiga berangkat ke sungai sekitar pukul 08.30 WIB di  Sungai Kedung Kendil Dusun Karangturi Desa Gamping Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek.

“Sekitar pukul 08.30 WIB mereka bertiga berangkat ke Kedung Kendil, masuk wilayah Dusun Karangturi Desa Gamping Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek. Mereka bermaksud untuk bermain di sekitar sungai tersebut,” ujarnya pasca kejadian.

Setiba di lokasi, dua teman korban langsung melepas bajunya dan mandi disungai. Selang setengah jam kemudian, pelajar nahas itu bermaksud ikut bermain di sungai bersama dua temannya. Namun sayang, diduga Rio Panji Nugraha tidak dapat berenang sehingga tewas tenggelam di lokasi kejadian. Pasalnya pasca masuk ke sungai, korban langsung tenggelam dan tidak muncul beberapa saat.

“Para saksi mendengar suara bluur dan selang beberapa saat kemudian tidak melihat korban. Melihat hal itu, para saksi berusaha menolongnya dan mengangkat korban ke atas batu. Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong,” jelasnya.

Kabar tenggelamnya pelajar nahas itu sontak membuat warga sekitar heboh. Mereka berduyun-duyun langsung mendatangi lokasi untuk sekedar melihat proses evakuasi korban maupun datang untuk memberikan pertolongan. Kemudian kejadian itu langsung dilaporkan ke Mapolsek Tugu Polres Trenggalek.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban meninggal dunia karena tenggelam lantaran tidak bisa berenang. Pihak keluarga telah membuat pernyataan menolak untuk dilakukan autopsi yang diketahui perangkat desa setempat,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date