Berita Koran Memo Seputar Ex-Karesidenan Madiun – 4 Juni 2014

Proyek Taman Pintar Rp. 13,4 Miliar Diduga ’Siluman’

 Ngawi, Memo

fm-taman pintarKalangan Anggota DPRD Kabupaten Ngawi mensinyalir proyek Taman Pintar senilai Rp. 13,4 miliar sebagai proyek siluman. Karena tidak muncul dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2014 di Unit Layanan Pengadaan (ULP) setempat.

Seperti diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi Mahfud Rokhani. Pihaknya mengaku, tidak tahu-menahu terkait proyek Taman Pintar. Pasalnya, tidak ada laporan perencanaan dari pihak eksekutif  yang masuk ke DPRD.

“Jadi, kami tidak tahu terkait pembangunan taman pintar. Kalau itu proyek jelas,  mestinya muncul dalam RKA atau dilaporkan pada ULP. Karena tidak ada, berarti itu proyek siluman,” kata Mahfud Rokhani, Selasa (3/6).

Diketahui, anggaran pembangunan Taman Pintar berada di Bagian Umum dan Protokol Pemkab Ngawi. Sesuai laporan realisasi keuangan Bagian Umum dan Protokol per 28 Februari 2014 dari pagu Rp 13,4 milliar terserap Rp 11,9 milliar atau 89 persen. Anggaran tersebut terpecah-pecah salah satunya digunakan untuk pembangunan Taman Pintar.

Meski baru rampung dibangun Januari lalu, Taman Pintar yang menjadi asset Pemerintah Kabupaten Ngawi saat ini sepi pengunjung.

“Kami sudah mengingatkan jauh-jauh hari agar melangkah sesuai dengan mekanisme pengerjaan pembangunan atau melaporkan kegiatan kepada Unit Layanan Pengadaan. Tapi tidak direspon. Sekarang malah terjadi permasalahan pada mekanisme anggaran dan pengerjaan pembangunan Taman Pintar itu,” kata anggota Pokja ULP yang meminta namanya tidak disebutkan kepada Memo. Selasa, (3/6).

Hingga berita ini diturunkan, pejabat Bagian Umum dan Protokol Pemkab Ngawi yang berkompeten dengan proyek Taman Pintar belum berhasil di konfirmasi.  (dik/jur)

Korupsi Alkes Segera Naik Ke Penyidikan

Madiun, Memo

Kejaksaan Negeri (Kejari) Mejayan akan meningkatkan status penanganan dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) / Kedokteran  Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun ke tahap penyidikan paling lambat Juni ini.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Mejayan, I Putu Sugiawan, mengatakan proses penyelidikan sudah hampir selesai dan bukti permulaan sudah cukup. “Kita targetkan  Juni ini sudah kita naikkan ke tahapan penyidikan,” kata I Putu Sugiawan, Selasa (3/6).

Jika Alkes naik ke tahap penyidikan, artinya ada pihak yang ditetapkan Kejari sebagai tersangka. Mengenai kemungkinan pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Dolopo yang menjadi tersangka pertama Alkes, I Putu belum dapat memastikan hal tersebut.  “Ya nantilah setelah naik Dik (penyidikan) barulah ada gambaran itu. Pokoknya, nanti hasilnya akan kita sampaikan kepada rekan-rekan,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, saat ini penyidik masih memandang perlu untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Dari sebelumnya, sudah ada sembilan pejabat di Dinkes yang sudah diperiksa sebagai saksi.

“Hari Kamis (5/6) nanti kita juga akan periksa lagi satu orang dari Dinkes. Berikutnya, pada Senin depan kita akan periksa distributor Alkes. Panggilan sudah kita layangkan,” terangnya.

Diketahui, dalam pengusutan dugaan korupsi Alkes senilai Rp. 4,5 miliar, Kejari sudah mengantongi bukti-bukti awal dari hasil pemeriksaan Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Hasil temuan BPK disebutkan, dugaan penyimpangan di Dinkes terjadi pada pos belanja modal Alkes/Kedokteran sekitar Rp. 4,5 miliar. Dari realisasi tersebut, terdapat pendagaan Alkes dengan harga satuan berada dibawah batas kapitalisasi asset tetap yang berakibat bidang DPPK Kabupaten Madiun melakukan pengurangan pencatatan saldo akun asset tetap.

Selain dilaporkan ke Kejari Mejayan, awal Pebruari 2014, kasus tersebut juga sempat dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ditembuskan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.  (jur).

Kejari Genjot Penyelidikan Korupsi Pengadaan Buku Dindik

Madiun, Memo

Sementara itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Mejayan juga terus menggenjot pengumpulan bukti-bukti kasus dugaan korupsi pengadaan buku penunjang perpustakaan SD di Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun tahun 2012 senilai Rp. 1 miliar lebih.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Mejayan, I Putu Sugiawan, mengatakan, dalam kasus ini telah dibentuk tim penyidik terdiri lima orang dari Pidana Khusus dan Intelijen Kejaksaan.

”Tim tersebut sudah mulai menyusun rencana kegiatan. Diantaranya, melakukan penelusuran dan memanggil para pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini. Rekanan nanti juga kita panggil,” kata I Putu Sugiawan, Selasa (3/6).

Diketahui, pada 2013 tim penyidik Kejari mulai mengendus bau busuk pengadaan buku di Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun. Dalam kasus itu, penyidik telah mencium indikasi kongkalikong tender dan mark up sejumlah item. Hal ini dikuatkan dengan data hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Bahkan, kasus tersebut juga sudah dilaporkan ke Kejaksaan Agung.  (jur).

Polisi Minta Hakim Tolak Praperadilan Fendi

Madiun, Memo

fm-sidang praKepolisian Sektor Pilangkengkeng meminta majelis hakim menolak gugatan praperadilan Fendi Puguh Prasetyo, warga Desa Krebet, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Lantaran, gugatan pemohon dinilai sumir, sebab polisi masih melakukan penyelidikan kasus dugaan pemalsuan surat honorer kategori 2 (K2) dilakukan Lamiyun, Kepala SDN Muneng, Kecamatan Pilangkenceng.

Sebelumnya, Fendi memperkarakan Polsek Pilangkenceng karena dinilai tidak memproses laporannya tentang dugaan pemalsuan surat honorer kategori 2 (K2) tersebut.

“Kami belum pernah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap perkara yang dilaporkan oleh pemohon. Kami tetap melakukan proses penyidikan secara prosedural, profesional dan proporsional sesuai perundang-undangan yang berlaku,” kata kuasa hukum Kapolsek Pilangkenceng AKBP Warseno dari Binkum Polda Jatim saat sidang di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun dengan agenda jawaban termoho, Selasa (3/6).

Termohon juga meminta majelis hakim agar pemohon segera menyerahkan atau menunjukkan bukti-bukti asli yang dimiliki. Terkait itu, Fendi Puguh Pratsetyo menilai permintaan bukti asli tidak masuk akal. Sebab, mencari barang bukti asli, merupakan tugas penyidik, yang mempunyai kewenangan Pro Justicia.

“Lucu kalau kami diminta mencari bukti atau menyerahkan barang bukti asli. Itu kan tugas polisi. Kalau bukti-bukti berupa foto copy, sudah kami serahkan,” kata pemohon Praperadilan, Fendi Puguh Prasetyo, kepada wartawan, usai sidang.(jur).

PT. KAI Tetap Naikkan Sewa Rumah

Madiun, Memo

PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VII Madiun bersikukuh akan tetap menaikkan harga sewa rumah asset negara, kendati ada penolakan dari penyewa. Hal itu ditegaskan Humas PT KAI Daop VII Madiun, Suprianto.

“Karena sudah ditentukan melalui SK Direksi PT. KAI (Persero) No. Kep.U/LL.003/V/1/KA.2009 tertanggal 14 Mei 2009 tentang Dasar Penghitungan Tarif Sewa Asset,” kata Suprianto, kemarin (3/6).

Menurutnya, dalam SK tersebut telah ditentukan mengenai posisi, peruntukan nama penghuni serta nilai jual obyek pajak (NJOP). “Jadi, kita memiliki dasar, bahwa asset itu jelas kita yang punya,” katanya.

Karenanya, selain memberlakukan kenaikan harga sewa, pihaknya juga akan ngotot melakukan pendataan ulang. “Karena  itu merupakan asset PT. KAI non operasional selain stasiun, tapi, itu disewakan,” tandasnya.

Sebelumnya, para pensiunan Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) dan Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) Kota Madiun sepakat menolak membayar uang sewa rumah. Ini setelah, PT. KAI akan menaikkan harga sewa dari Rp. 800 per tahun naik menjadi Rp. 21 juta per tahun. (ad/jur).

Terpilih Jadi Anggota DPRD Peternak Lele Gelar Syukuran

Magetan, Memo

Terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Magetan periode 2014-2019, Andri Ansori, Caleg dari Partai Gerindra Dapil IV mengadakan acara syukuran di rumahnya, Selasa (3/6).

Acara syukuran peternak lele sukses di Desa Genengan, Kecamatan Kawedanan ini berlangsung meriah. Para konstituen, kader partai, tokoh masyarakat dan tim pemenangan tumplek blek menikmati hidangan, dengan hiburan kesenian reog.

“Kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan syukur atas anugerah  Gusti Allah SWT, karena saya dipercaya mengemban amanat menjadi wakil rakyat digedung DPRD,” ujar Andri Ansori, Selasa (3/6).

Ditambahkan, jika kemenangannya melenggang ke gedung DPRD Magetan merupakan upaya bersama dari seluruh elemen dan para tokoh masyarakat setempat. “Tanpa dukungan dari mereka mustahil, kami bisa sampai ke gedung DPRD. Karena itu, kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasinya,” katanya.

Ia pun berjanji, akan berupaya maksimal dalam memperjuangkan dan menyuarakan aspirasi warga. “Kepentingan warga adalah yang utama. Untuk itu, sebelum dan setelah kami dilantik, kiranya kami diberi bahan dan masukan untuk kebaikan bersama,” pungkasnya. (znl/bar).

Maling Tabung Gas Elpiji Diringkus

Ngawi, Memo

Deni Setiawan (42), warga Jalan Tuntang, Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun dijebloskan sel tahanan Polsek Geneng, Selasa (3/6). Pasalnya, kepergok mencuri tabung gas 3 kilogram di warung depan Bulog Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng.

Aksi dilakukan dini hari, pelaku dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J Nopol AE 6077 BO berhenti di depan warung. Selanjutnya, pelaku masuk ke dalam warung dengan cara menjebol pintu depan.

Tanpa disadari, aksinya diketahui petugas kemanan proyek bernama Didik Gunawan dan Joko Purnomo. Saat ditangkap, pelaku justru melawan dengan menodongkan pistol jenis softgun.

“Dia membongkar tabung gas elpiji 3 kilogram, katanya disuruh oleh si pemilik warung, tapi saya tidak percaya dan langsung membawa pelaku ke pos pengamanan. Saat saya tanya, dia mengeluarkan pistol jenis softgun dan langsung menodongkan ke arah kami,” ujar saksi Didik Gunawan, Selasa, (3/6).

Sejurus kemudian,  temannya Joko Purnomo langsung melakukan perlawanan dan membekap pelaku dari arah belakang hingga terjadi duel. “Beruntung, pelaku berhasil kami lumpuhkan. Kemudian kami serahkan ke Polsek,” ujarnya.

Kapolsek Geneng AKP Partono dikonfirmasi mengatakan, tersangka dan barang bukti sudah diamankan. “Dari pengakuaannya pistol jenis softgun untuk pengamanan dirinya sewaktu melakukan profesinya sebagai seorang ojek,” ujarnya.(dik/jur).

Follow Untuk Berita Up to Date