Beredar Selebaran Protes Pembagian THR Tidak Adil

Ngawi, koranmemo.comBeredar selebaran ditujukan ke Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi, mengatasnamakan karyawan Puskesmas Paron. Menyoal tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2018 kemarin.

Selebaran yang juga ditembuskan kepada Ketua DPRD Ngawi, Bupati Ngawi, Sekda dan Inspektorat Ngawi tertanggal 26 Juni 2016, menyebutkan sistem pembagian THR tidak sesuai. Penerimaan THR sangat tidak adil dari rincian awal dengan yang dibagikan ada selisih sekitar Rp 20 jutaan.

Dalam surat itu juga dikatakan yang paling menyakitkan lagi adalah hanya dibagi secara intern karyawan yang dekat dengan “kapus” (mungkin artinya kepala puskesmas).

Parahnya lagi, juga disebut telah terjadi adu domba antar karyawan. Masalah lain yang ditulis dalam surat itu terkait dengan JASPEL atau Jasa Pelayanan. Dimana Jaspel itu diterima namun tidak sesuai dengan SPJ. Semenjak diterima dengan system non tunai disuruh mengembalikan yang jumlahnya diatas 50 persen dari nominal SPJ yang ditandatangani.

Sebagai contoh perawat di UGD dana yang ditransfer ke rekening sekitar Rp 10 jutaan tetapi yang harus dikembalikan ke puskesmas sekitar Rp 9 jutaan. Jadi yang diterima hanya sekitar Rp 1 jutaan.

Menanggapi permasalahan terhadap surat selebaran itu Dr Liem Hong Bing selaku Kepala UPTD Puskesmas Paron mengaku jika selebaran itu dibuat oleh karyawanya, berarti ada ketidakpahaman atau hanya miss komunikasi saja.

“Ini tadi kita memang mengumpulkan teman-teman. Kalaupun ada misalnya surat itu tadi betul dari salah satu staf kami mungkin kan karena ada miss komunikasi. Yang selama ini mungkin dia kurang paham dan bisa klarifikasi langsung intern bisa langsung ke saya kalau memang kurang jelas,” kata Dr Liem Hong Bing saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, (2/7).

Sayangnya, saat awak media melakukan penelusuran lebih lanjut tidak satupun staf maupun karyawanya yang mau berkomentar dengan segala alasan. Rata-rata mereka hanya diam dan bekilah tidak tahu apa-apa. Meski demikian di Puskesmas Paron terlihat pelayanan terhadap pasien tetap berjalan seperti biasanya.

Reporter: Dika Abdilah/Juremi

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date