Berdalih Bisa Gandakan Uang, Karyawan BUMN Tipu Tetangga

Nganjuk, koranmemo.com – Musyadi (44) karyawan BUMN warga RT 06/RW 02 Desa Bangle Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk, harus mendekam di ruang tahanan Polsek Lengkong, Rabu (13/3). Dia diringkus Unit Reskrim Polsek Lengkong lantaran diduga telah melakukan penipuan dengan dalih penggandaan uang.

Korbannya, Sumilan (60) warga RT 03/RW 03 desa setempat. Petani ini tertipu dan harus kehilangan uang puluhan juta rupiah, yang diduga digelapkan pelaku. Saat ini, pelaku masih menjalani penyidikan untuk pengembangan kasus.

Kejadian itu berawal pada bulan Mei 2018 lalu. Waktu itu, korban bersama Rabin (57) warga Desa Ketandan Kecamatan Lengkong datang ke rumah pelaku dengan niat ingin menanyakan sebuah keris.

Pada saat berbincang-bincang, tiba-tiba pelaku bilang kepada korban menawarkan penggandaan uang dari Rp 12 juta menjadi Rp 12 miliar. Selang 2 hari kemudian, korban kembali datang ke rumah pelaku dengan membawa uang sebesar Rp 12 juta, yang dikumpulkan dari 4 orang termasuk korban.

Kurang lebih 2 bulan kemudian, pelaku datang ke rumah korban dengan membawa sebuah kardus besar bekas wadah rokok agar uang Rp 12 juta itu dimasukkan ke dalam kardus yang dibawa pelaku.

Selanjutnya pelaku bilang kepada korban agar mencarikan uang sebesar Rp 100 juta agar uang yang dijanjikan sebesar Rp 12 miliar itu bisa bisa cair. Dalam waktu 1 hari uang sebesar Rp 100 juta itu dapat terkumpul dengan rincian Rp 40 juta milik Harianto, Rp 60 juta milik korban dan Sumiati.

Kemudian uang tersebut dibawa oleh pelaku masuk kamar kosong, seraya berkata kepada korban agar membiarkan kardus tersebut. Dua bulan kemudian, pelaku datang ke rumah korban dengan membawa kardus tersebut.

Akan tetapi korban dan Sumiati tidak memperbolehkan kardus tersebut dibawa dan meminta uangnya dikembalikan. Saat itu pelaku berkata kepada korban dan Sumiati bahwa sekitar pukul 24.00 WIB, uang tersebut akan dikembalikan.

Selanjutnya, pelaku membuat surat pernyataan bahwa uang sebesar Rp 60 juta akan dikembalikan pada 22 November 2018. Namun hingga sekarang pelaku hanya janji-janji belaka.

Geram atas ulah pelaku yang menipunya, selanjutnya kasus ini dilaporkan ke Polsek Lengkong guna proses hukum lebih lanjut. Mendapat laporan, petugas segera melakukan penyelidikan dan dapat membekuk pelaku di rumahnya.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk AKP Moh. Sudarman membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku. Sampai saat ini pelaku masih menjalani penyidikan di Polsek Lengkong. “Kasusnya masih kita kembangkan,” katanya, Rabu (13/3) saat dikonfirmasi.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date