Berbagi Kecintaan Kesenian Khas Daerah

Trenggalek, koranmemo.com – Tarian Jaranan Turonggo Yakso ambil bagian dalam kegiatan peserta Latsitardanus XXXIX di Kabupaten Trenggalek. Penampilan kesenian khas daerah ini sengaja disuguhkan oleh Pemkab Trenggalek untuk menghibur ratusan calon perwira dari berbagai satuan. Tak hanya menghibur, selain berbagi kecintaan kesenian khas daerah, juga sebagai ajang promosi.

Berbagai penampilan dari sanggar binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek ini dikemas dalam kegiatan pagelaran seni budaya. Rencananya pagelaran seni ini akan diselenggarakan secara bergantian di empat desa terpilih yang menjadi sasaran kegiatan ratusan perwira yang tergabung dalam Satlak Elang. Sebelumnya sebanyak 270 calon perwira diterjunkan di empat desa mulai 1  April hingga 12 April mendatang.

“Kemarin, (3/4) sudah berlangsung di Kecamatan Gandusari. Besok (6/4,red) malam Minggu, ada kegiatan serupa (pagelaran seni budaya,red) di Kecamatan Kampak dan Kecamatan Bendungan,” kata Surjono, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparbud Kabupaten Trenggalek ketika dikonfirmasi, Jumat (5/4). Dia menyebut pagelaran seni ini akan dilakukan secara masif.

Tak hanya menampilkan kesenian Jaranan Turonggo Yakso yang menjadi tarian kesenian khas daerah, melainkan beragam penampilan tarian tradisional lainnya juga mewarnai pagelaran seni yang sengaja di khususkan kepada 270 peserta Latsitardanus, baik dari Akmil, Akpol, AAU, AAL, IPDN dan sejumlah mahasiswa perguruan tinggi di Jawa Timur.

“Kalau kami pasti ada Turonggo Yakso, selain penampilan tarian lainnya. Nanti kalau musik campursari. Kalau soal konsepnya tergantung koordinasi dari Camat, Kodim, dan lainnya juga. Kalau di Kecamatan Gandusari kemarin yang tampil bukan dari pemda dan masyarakat saja, namun dari peserta Latsitardanus juga ambil bagian,” jelasnya.

Surjono menyebut, dalam pagelaran seni budaya dalam rangka Latsitardanus XXXIX bersama masyarakat tahun 2019 yang baru saja digelar, mereka menampilkan goyang maumere dan fashion show lengkap dengan atribut khas satuan masing-masing. Tujuannya adalah sebagai edukasi kepada masyarakat agar termotivasi untuk menjadi abdi negara.

“Kami ingin mengenalkan budaya Trenggalek kepada teman-teman (peserta Latsitardanus,red) dan masyarakat lainnya, artinya ada edukasi. Sementara, sebaliknya dengan adanya fashion show (dari peserta Latsitarda,red) ini diharapkan anak-anak kita bisa mencontoh keberhasilan mereka (Taruna-Taruni,red) sebagai abdi negara. Jadi ada kolaborasi,” kata Surjono.

Untuk diketahui, sebanyak 270 calon perwira ini berada di Desa Wonoanti Kecamatan Gandusari, Desa Ngadimulyo di Kecamatan Kampak, dan dua desa yakni Desa Boto Putih dan Desa Masaran di Kecamatan Bendungan. Mereka mempunyai misi untuk meningkatkan pembangunan fisik dan non fisik sesuai program kerja yang telah ditentukan. Latihan integrasi ini rutin dilakukan tiap tahun dan menjadi tahapan akhir sebelum mereka dilantik. (Adv)

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date