Beraksi Saat Ramadan, 7 Pemandu Lagu Digaruk Satpol PP

Madiun, koranmemo.com – Baru dua hari melakukan razia di beberapa rumah kos di wilayah Kota Madiun, Satpol PP menciduk tujuh orang wanita yang berprofesi sebagai pemandu lagu (PL). Mereka rata-rata tidak bisa menunjukkan KTP sehingga langsung digelandang ke kantor Satpol PP guna diberikan pembinaan.

Kepala Sapol PP Kota Madiun, Sunardi Nurcahyono menuturkan, razia dilakukan sebagai upaya cipta kondisi (cipkon) untuk menghormati bulan suci Ramadan. Harapannya, agar ibadah yang dilakukan masyarakat lebih khusyuk. “Setiap hari kita melakukan razia. Harapannya agar tercipta kondisi yang tenang di bulan Ramadhan ini,” katanya, Rabu (15/5).

Selama Ramadan, petugas Satpol PP gencar melakukan razia. Tidak hanya rumah kos, tetapi juga merazia pedagang kaki lima (PKL) serta tempat hiburan malam (THM) yang terindikasi menyalahi aturan.

 Untuk rumah kos, kata Sunardi, di Kota Madiun masih banyak yang sifatnya campuran. Artinya, tempat kos laki-laki dan perempuan tidak dipisah.
Bagi pemilik kos yang melanggar, akan segera dilakukan pemanggilan untuk diberikan pembinaan.

 Ini karena sesuai aturan yang ada, setiap masyarakat yang menghuni rumah kos di suatu wilayah harus terdaftar dan memiliki identitas KTP. Jika tidak dapat menunjukkan KTP, pemilik rumah kos wajib menolak.
“Itu salah satu kewajiban dari pemilik kos,” tandasnya.

Sementara itu, penegak perda ini juga telah mencium adanya THM yang buka diluar ketentuan. Padahal sesuai dengan Perwali, selama bulan suci Ramadan THM hanya boleh buka mulai pukul 21.00 Wib hingga 24.00 Wib. Namun, masih banyak terindikasi THM yang buka diluar jam tersebut, apalagi ada yang buka di siang hari.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date