Bentuk Tim Investigasi PHK Massal

Jombang, Koran Memo – Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi terkait dengan 6.000 buruh di Jombang yang bakal terkena PHK (pemutusan hubungan kerja). Menurut Bupati, tim tersebut bertugas menginvestigasi penyebab  PHK, apakah dipicu dampak ekonomi global yang menyebabkan permintaan pasar menurun, serta tingginya upah minimum kabupaten (UMK) Jombang sehingga tiga perusahaan mem-PHK karyawannya.”Memang ada kabar PHK massal di Jombang. Untuk itu, kami membentuk tim dari Dinsosnakertrans (Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi). Tujuannya, mencari kebenaran apakah PHK massal itu terkait sepinya order luar negeri dan tingginya UMK,” ujar Nyono, Kamis (31/3).

Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko (agung/memo)
Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko (agung/memo)

Nyono menambahkan, hingga saat ini temuan PHK terbesar di PT Volma, yakni sebanyak 3.400 karyawan. Sedangkan untuk PT Sejahtera Usaha bersama (SUB) sebanyak 2.000 karyawan. Serta PT Pei Hei sebanyak 400 buruh. Hanya saja, untuk PT Pei Hei, bukan PHK namun kontrak kerja buruh tidak diperpanjang. Selain itu PT Venesia juga akan relokasi ke luar Jombang. “Kami terus melakukan komunikasi dengan masing-masing perusahaan. Berdasarkan informasi yang kami terima, PT Volma akan memindahkan operasinya ke Vietnam, Venesia akan pindah ke Nganjuk ” kata Bupati menambahkan.

Bupati berharap, PHK massal di Jombang tidak dilakukan oleh semua perusahaan. Karena hal itu bisa meningkatkan angka pengangguran.  “Kami menghimbau kepada seluruh perusahaan untuk menghitung kembali untung rugi jika harus merumahkan para tenaga terampil yang sudah bertahun-tahun bekerja dalam bidang tersebut,” pungkas Nyono. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date