Bentengi Aparatur Pemerintahan dari Peredaran Narkoba 

Tulungagung, koranmemo.comDalam rangka membangun sinergitas program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) antara BNNK Tulungagung dengan stakeholder lingkungan pemerintah, maka BNNK Tulungagung menyelenggarakan pengembangan kapasitas P4GN di lingkungan instansi pemerintah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Istana selama dua hari yang dimulai pada Rabu (9/5) dan Senin (14/5). Dimana  pada hari pertama pelaksanaan kegiatan dengan tema merencanakan pernikahan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Sedangkan kegiatan pada hari kedua dengan tema membangun keluarga yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Adapun peserta dalam kegiatan itu dihadiri oleh 30 peserta diantaranya perwakilan Kankemenag Tulungagung, petugas KUA Tulungagung, Dinsos KB dan PPA, penyuluh KB serta Kominfo Tulungagung.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai narasumber dari BNNK Tulungagung yakni Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Djoko Purnomo dan Tri Arief Praharanto, sedangkan dari Polres Tulungagung menghadirkan Kasatreskoba Polres Tulungagung AKP Suwancono dan Iptu Maryudi serta tidak lupa Ifada Nur Rohmaniah yang merupakan seorang psikolog.

Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Djoko Purnomo mengatakan tidak ada satupun wilayah di Indonesia yang terbebas dari jerat narkoba. Hal itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh pusat penelitian kesehatan (puslitkes) Universitas Indonesia (UI) dengan BNN pada tahun 2017. Dimana angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Jawa Timur sebesar 1,7 persen, ironisnya penyalahgunaan berada pada usia produktif yakni di usia 10 hingga 34 tahun.

“Bahkan Presiden RI telah menetapkan Indonesia dalam status darurat narkoba nasional. Pernyataan ini menegaskan bahwa semua komponen bangsa harus bersiaga secara terus menerus tentang bahaya narkoba dimanapun berada.

Sehingga, peran serta seluruh instansi pemerintah, swasta, dan komponen masyarakat harus terus digerakkan dan diberikan ruang seluas — luasnya untuk menciptakan lingkungan yang bebas dan bersih dari ancaman bahaya narkoba dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Anggoro Ragil Arianto moderator pada kegiatan tersebut menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk sinkronisasi program yang dimiliki oleh peserta. Beberapa instansi juga sudah ada yang melaksanakan dengan menyisipkan konten P4GN dalam pelaksanaan tupoksinya. “Bagi peserta yang belum mengimplementasikan, bisa menggandeng BNN dalam pelaksanaannya. Dan kitapun siap,” pungkasnya.

Reporter: Denny Trisdianto

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date