Bencana Kekeringan di Trenggalek Terancam Meluas 

Trenggalek, koranmemo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mengusulkan status kekeringan biasa menjadi siaga darurat. Peningkatan status itu dilakukan karena banyaknya warga yang mulai mengalami kekeringan. Sedikitnya sebanyak sembilan desa dari empat kecamatan telah digelontor air bersih. Jumlah itu diperkirakan bakal terus bertambah seiring musim kemarau yang puncaknya diperkirakan terjadi hingga akhir tahun.

Sekretaris BPBD Trenggalek, Tri Puspita Sari mengatakan, telah mengirimkan rekomendasi peningkatan status kekeringan biasa menjadi siaga darurat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Meskipun demikian, hingga saat ini status itu belum ditetapkan. “Sudah kami kirimkan ke Pak Bupati, tapi belum ada penetapan. Nanti saya pastikan,” ujarnya kepada koranmemo.com, Rabu (10/7).Peningkatan status itu dilakukan karena banyaknya sumber air warga yang mulai mengering. Dari pengamatan BPBD di lapangan, beberapa titik sudah mulai mengalami kekeringan dari 13 kecamatan. Sumber mata air milik warga yang mengering itu terjadi hampir setiap tahun musim kemarau. “Ada beberapa titik dan itu jauh dari sumber air lainnya. Ada beberapa titik, kecuali Gandusari yang mengalami kekeringan,” jelasnya.

Meskipun demikian, BPBD belum pernah menetapkan status Tanggap Darurat untuk kekeringan. Berkaca di tahun sebelumnya, kekeringan terparah terjadi di kisaran tahun 2017-2018 di mana kekeringan merambah lebih dari 48 desa di 14 kecamatan. “Meskipun demikian, kalau untuk kekeringan belum pernah ditetapkan sebagai tanggap darurat atau bencana ekstrem. Pernah ditetapkan di awal tahun tapi soal bencana banjir di tengah kota dulu,” kata dia.

Untuk diketahui, saat ini BPBD Trenggalek terus melakukan suplai air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Sebanyak empat armada milik BPBD Trenggalek diterjunkan untuk mencukupi permintaan suplai, dua hingga tiga desa setiap harinya. Bahkan pengiriman air kapasitas 5 ribu liter itu dikirim lebih dari satu kali setiap harinya.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date