Belum Setahun, Proyek Talud Dana Desa Rusak

Ngawi, koranmemo.com – Proyek pembangunan Talud Penahan Tanah (TPT) atau jalan di Dusun Randu Kuning, Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo, Ngawi rusak. Padahal, bangunan dibangun belum genap satu tahun dengan dana desa (DD) 2017.

Informasi yang dihimpun  koranmemo.com, proyek talud sepanjang 232,5 meter dengan ketinggian 4 meter itu menelan anggaran sekitar Rp 365 juta.

Pembangunan TPT Kloko dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kerja (TPK) Bidang Pembangunan Desa Kletekan dengan mekanisme swakelola.

“Sekitar pukul 15.30 WIB. Sabtu (10/03) lalu, tiba-tiba ambrol sekitar 25 meter dan jalannya juga ikut putus. Sekarang tinggal setengah meter,” kata Purwanto, salah satu warga setempat, Selasa (13/3).

Ambrolnya TPT Klokodan tersebut membuat warga setempat was-was. Pasalnya, jika tidak segera dilakukan perbaikan dikhawatirkan jalan yang tinggal tersisa satu meter tersebut akan tergerus.

“Warga berharap pihak pemerintah desa (pemdes) setempat segera melakukan perbaikan agar warga maupun pengguna jalan lainnya tidak was-was saat melintas,” harapnya.

Terpisah, Kepala Desa Kletekan Sularso dikonfirmasi mengatakan, ambrolnya TPT Klokodan dikarenakan faktor bencana alam. “Sebelum ambrol itu hujannya lebat sekali, mulai pukul 11.00 siang hingga 16.00 sore tidak berhenti. Jadi faktor penyebab ambrolnya itu ya karena bencana alam, bukan karena konstruksi buruk atau yang lainnya,” kilahnya.

Sularso mengaku, pihaknya sudah melaporkan ambrolnya TPT Klokodan yang baru selesai dibangun 2017 lalu kepada pihak-pihak terkait. Diantaranya, Bupati Ngawi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Inspektorat.

“Bencana ini sudah saya laporkan ke pihak-pihak terkait, Pak Kanang (Budi Sulistyono-red) juga sudah. Dan secepatnya akan kami perbaiki, ntah dari mana anggaran perbaikan itu akan kami carikan,” tandasnya.

Reporter : Dika Abdullah /Juremi

Editor : Achmad  Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date