Belum Paham Fungsi, Pemohon KIA Malah Membludak

Nganjuk, koranmemo.com – Jumlah pemohon Kartu Identitas Anak (KIA) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Nganjuk hingga saat ini terus membludak. Ditengarai, membludaknya jumlah pemohon tersebut akibat ketidaktahuan masyarakat serta adanya kesalahan informasi yang diberikan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Data yang dihimpun Koranmemo.com, per hari Rabu, 13 Maret 2019, Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk telah mengeluarkan sebanyak empat ribu lebih KIA. Dalam setiap harinya, jumlah pemohon mencapai sekitar 200 hingga 250 orang.

Anehnya, mayoritas pemohon tersebut justru belum mengetahui secara pasti fungsi dari KIA yang sebenarnya. Justru para pemohon sempat merasa was-was karena mendengar informasi yang berkembang kalau KIA merupakan persyaratan untuk masuk ke sekolah. Padahal, fungsi KIA yang sebenarnya adalah hak konstitusional anak yang usianya belum 17 tahun.

“Saya sudah mengantre mulai  pukul 6 pagi. Sudah empat jam saya menunggu dan belum mendapatkan KIA untuk anak saya. Semoga ke depan pelayanan KIA lebih dipercepat,” harapnya.

Sementara itu, Zabanudin, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk menjelaskan, membludaknya pengurusan KIA disebabkan salahnya informasi yang diterima masyarakat. Menurutnya, sesuai aturan Menteri nomor 2 tahun 2016, fungsi KIA sebagai identitas anak sesuai KTP.

“Saat ini untuk masuk sekolah belum diwajibkan menggunakan KIA. Untuk mengurangi berjubelnya masyarakat dalam pengurusan KIA, Dispendukcapil akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan melakukan sosialisasi,” jelasnya kepada wartawan.

Membludaknya jumlah pemohon KIA karena kesalahan informasi ini dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh oknum calo untuk mencari keuntungan. Padahal, sejauh ini sebenarnya pengurusan KIA gratis tanpa dipungut biaya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date