Belajar Marawis Sambil Ngabuburit

Nganjuk, koranmemo.com – Di Kabupaten Nganjuk, puluhan santri pondok pesantren ngabuburit dengan berlatih memainkan musik islami tradisional rebana Al-Banjari. Selain untuk mengisi waktu menjelang buka puasa, kegiatan ini juga bertujuan melestarikan musik bernuansa islami.

Berbagai macam cara dilakukan guna mengisi waktu menunggu buka puasa. Itulah yang dilakukan puluhan santri Pondok Pesantren Baitul Atied di Desa Cepoko Kecamatan Brebek Kabupaten Nganjuk. Memainkan lagu salawat dengan menabuh rebana merupakan salah satu agenda rutin saat ngabuburit selama bulan Ramadan.

Sofwanu Zakiyah, salah satu santri mengaku kegiatan seperti ini dilakukan setiap sore hari menjelang azan magrib dibulan ramadan. “Saya bersama teman-teman berlatih marawis usai mengaji kitab, sambil menunggu waktu berbuka puasa. Ini rutin setiap hari selama ramadan,” ungkapnya.

Agar lebih menarik dan enak didengar, para santri mengkolaborasikan suara musik rebana dengan gendang. Alhasil, nada yang dihasilkan pun begitu variatif dan dapat diterima telinga dengan nyaman.

Sofwanu mengatakan, musik islami tradisional sengaja dipilih, karena sudah menjadi hobi. Mereka berkeinginan melestarikan musik islami agar tidak kalah dengan musik modern.

“Selain mendapat pahala yang pasti, kami rutin berlatih musik islami karena sudah menjadi hobi,” katanya.

Usai berlatih rebana para santri mempersiapkan diri untuk mengumandangkan azan magrib. Setelah itu, baru mereka berbuka puasa bersama di dalam masjid dengan menu khas para santri.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date