Begini Suasana Rumah Wali Kota Malang Pasca Ditahan KPK

Malang, koranmemo.comPasca ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 20 hari kedepan, kediaman Mochammad Anton, Wali Kota Malang Non Aktif yang berada di Jalan Tlogo Indah, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang terlihat seperti biasanya. Menurut warga sekitar, beberapa hari ini aktivitas juga seperti biasanya.

Dari pantauan koranmemo.com, kediaman rumah Moch Anton, terlihat dijaga oleh sekitar 3 hingga 4 orang dari dalam pagar.  Sementara rumah dengan paduan warna hijau tua, kuning emas dan putih tersebut terlihat sepi namun ada beberapa orang yang keluar dan masuk ke dalam rumah secara bergantian dan pergi menggunakan  mobil.

“Sebagai tetangga saya ikut prihatin atas apa yang terjadi kepada Moch Anton. Namun benar apa ridaknya saya juga kurang tahu,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Menurut warga, aktivitas rumahnya juga seperti biasanya, warga juga melaksanakan salat berjemaah seperti biasanya. Untuk pengajian yang rutin dilaksanakan setiap malam jumat legi juga masih berjalan seperti biasanya. “Warga tetap kok seperti biasanya kok. Tadi juga salat Isya’ disana seperti biaaanya,” tambahnya.

Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penahanan terhadap 7 tersangka untuk 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini, Selasa (27/3) di 5 rumah tahanan berbeda. Penahanan tersebut untuk kepentingan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun 2015.

Priharsa Nugraha, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK mengatakan, mereka yang ditahan oleh KPK yakni Mochammad Anton (MA), Wali Kota Malang periode 2013 – 2018 ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan 6 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang yakni Heri Pudji Utami dan Yaqud Ananda Gudban di Rutan Klas IIA Jakarta Timur (Pondok Bambu), Hery Subiantono (HS) dan Sukarno (SKO) di Rutan Polres Jakarta Timur, Abd. Rachman di Rutan Polres Jakarta Selatan sedangkan Rahayu Sugiharti (RS) di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK. “Mereka ditahan 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 19 tersangka baru dalam kasus dugaan suap P-APBD tahun 2015 Kota Malang, Rabu (21/3). Dari ke-19 tersangka, salah satunya Mochammad Anton, Wali Kota non aktif Kota Malang yang juga salah satu Calon Wali Kota Malang dalam gelaran Pilkada 2018 ini.

Sebelumnya, Kasus dugaan suap APBD 2015 – 2016 Kota Malang sendiri sudah menyeret mantan Ketua DPRD Kota Malang, Mochammad Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerja Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono.

Reporter: Yudha Kriswanto
Editor: Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date