Begini Kalau Santri Ponpes Al Falah Kediri Gelar Pawai Budaya Nusantara

Kediri, koranmemo.com – Ribuan santri Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri menggelar Pawai Budaya Nusantara, Minggu (15/4). Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang dilakukan di lingkungan pondok pada akhir tahun ajaran di pondok pesantren tersebut. Mereka menampilkan berbagai adat kebudayaan dari daerah masing-masing di hadapan masayyih dan masyarakat sekitar.

Pengasuh Ponpes Al Falah Mojo, KH. Nurul Huda Djazuli mengatakan, kegiatan yang diadakan setiap akhir tahun ajaran pondok tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan bangsa Indonesia kepada para santri dan masyarakat sekitar. Santri tidak hanya dituntut untuk pandai mengaji namun harus memiliki kreatifitas dalam berbagai bidang, tidak terkecuali bidang kesenian.

“Pawai Budaya Nusantara yang diikuti oleh ribuan santri ini rutin setiap tahun, pada akhir tahun ajaran di pondok. Ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya dengan jumlah peserta jauh lebih banyak sekitar 3.000 santri. Adapun rute yang dilalui peserta sejauh 2 kilometer mengelilingi kawasan pondok,” ujar Gus Dah.

Menurutnya, Pondok Ploso sebagai pondok pesantren salafiyah sangat mendukung pelestarian budaya sebagai bentuk upaya untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan budaya. “Kita sebagai pondok salafiyah tidak tabu dengan kesenian, kita justru mendukung pelestarian itu, untuk menjaga kesatuan dan persatuan NKRI,” jelasnya.

Pada pawai budaya itu, para santri menambilkan beragam budaya, mulai budaya tarian jaranan dari Kediri, tari piring dari Minangkabau Sumatera Barat, tari karapan sapi dari Madura, sampai tarian dari budaya masyarakat Betawi Jakarta.

Semua pertunjukan ini dilakukan oleh para santri dari daerah mereka masing-masing. Mereka memperlihatkan pakaian adat dan kesenian itu dihadapan para pengasuh Ponpes Ploso diantaranya, KH. Zaenudin Djazuli, KH. Nurul Huda Djazuli dan KH. Fuad Mun’im , serta para Gus dan pengajar.

Sementara, Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi yang ikut hadir dalam pawai budaya itu ikut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pawai budaya itu sebagai wujud kepedulian para santri untuk ikut menjaga kesatuan dan persantuan bangsa Indonesia.

“Ini adalah bentuk kepedulian para santri untuk ikut serta melestarikan budaya bangsa kita sendiri. Saya sangat berterimakasih, karena dengan adanya kegiatan ini kami terbantu dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas dan kita harus bersama-sama memerangi berita hoax,” tandasnya.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date