Begini Jadinya Kalau Murid SMP Jalan-jalan Pakek Motor Curian

Sidoarjo, koranmemo.com – Terduga pelaku pencurian sepeda motor suzuki Satria kepergok. Seperti tak berdosa, bocah usia 15 tahun berinisial WY itu mengendarai motor dari hasil kejahatannya di jalan.

Berawal, teman korban, Tirto Ridollah melihat motor temannya yang hilang dipakai seseorang di Perumahan Kahuripan Nirvana Village (KNV) pada Sabtu (8/9) malam. Warga Candi itu kontan saja curiga.

Sejurus kemudian, dia membuntuti. Tirto menyebut jika ciri-ciri motor yang dipakai sangat mirip dengan kepunyaan temannya yang hilang pada Jumat (7/9).

Pemuda yang bekerja sebagai kameramen di acara pernikahan ini melihat warna sampai bagian yang sengaja diprotoli. “Dari belakang saya buntuti. Saya sabar. Motor itu juga dibuat membonceng seorang perempuan. Namun diturunkan di sebuang warung di daerah Kahuripan,” katanya saat di Polsek Sidoarjo Kota, Sabtu (8/9) malam.

Diceritakan lebih jauh, beberapa jam sebelumnya, dia mendapat kabar temanya kehilangan motor. Dia memperkirakan kendaraan yang hilang bisa ketemu di KNV. Sebab, terduga pelaku berinisial WY tinggal di dekat sana.

Pelaku curanmor ini merupakan santri ponpes di Desa Kedensari, Tanggulangin. Letaknya tidak jauh dari rumah korban.

“Sempat ada yang posting di story whats app dan FB,” tambah pria 20 tahun itu.

Usai mengikuti hingga satu jam, dia tidak langsung menyergap karena merasa tidak punya banyak bukti. Sebab, surat kepemilikan motor juga ikut raib. “Ditaruh di dalam jok. Jadi ikut kebawa,” jelasnya.

Tirto baru mendapat kesempatan saat motor yang dibuntuti masuk ke sebuah rumah. Dia juga meminta bantuan perangkat desa sekitar untuk menanyakan asal muasal kendaraan.

“Motornya mirip sekali. Melihat ia berhenti dan memasukkan motor ke dalam rumah, saya langsung menghubungi korban dan meminta bantuan ke pak RT dan warga sekitar,” jelasnya.

Tirto juga mengatur siasat lain untuk menguatkan dugaannya untuk menggerebek rumah tersebut.

WY awalnya mengelak tuduhan motor yang dipakainya adalah hasil curian. Namun, setelah didesak, siswa kelas IX itu akhirnya mengaku. “Langsung dibawa ke polsek. Dari pada diamuk warga,” ujarnya.

Kapolsek Sidoarjo Kota Kompol Rochsulullah menjelaskan, pelaku bisa membawa motor korban karena kuncinya masih menempel. WY yang selama ini kerap lalu lalang di sekitar rumah korban hafal dengan kebiasaan itu. “Waktu sepi langsung dibawa,” paparnya.

Kasus itu kini dilimpahkan ke Polsek Tanggulangin. Sebab, lokasi pencurian bukan di wilayah hukum pimpinannya. “Kami hanya mengamankan terduga pelaku dan barang bukti sementara, setelah mendapat laporan dari warga,” jelasnya.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date