Begini Cerita Berdirinya TQN PP Suryalaya Perwakilan Nganjuk

Nganjuk, koranmemo.comPerkembangan Islam ke seluruh penjuru tanah air tak lepas dari peran Wali Songo, para kyai, serta ulama. Satu per satu tempat ibadah maupun tempat pendidikan agama Islam kian bermunculan seiring besarnya agama islam di Indonesia.

Begitu pula yang terjadi di Kabupaten Nganjuk. Tempat ibadah maupun pondok pesantren kian berkembang sampai saat ini. Salah satunya yang memiliki banyak santri yakni di TQN (Toriqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah) Ponpes (Pondok Pesantren) Suryalaya Perwakilan Kabupaten Nganjuk.

Awal dari munculnya Toriqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah (TQN) PP. Suryalaya Perwakilan Nganjuk berdiri di Desa Pisang Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk pada tahun 1996, yang dirintis oleh 5 orang yang dipimpin oleh KH. Drs. Abdul Muhaimin.

TQN PP. SURYALAYA ini menerapkan metode bimbingan dzikir yang bertempat di rumah kecil milik warga. Pada awalnya sempat ditentang oleh warga setempat dan pihak aparatur pemerintahan dari desa, kepolisian (polsek) setempat dan ulama setempat.

Namun berkat kegigihan para perintis, setelah beberapa waktu munculah surat pemberitahuan dari KEMENAG untuk tetap menjalankan amaliayah tersebut. “Akan tetapi dilakukan secara pelan- pelan supaya tidak muncul gejolak di masyarakat,” papar KH. Drs. Abdul Muhaimin.

Pada tahun 1999 para pengamal TQN PP. SURYALAYA Perwakilan Nganjuk mulai berkembang dari 5 orang menjadi 50 orang. Masyarakat yang tadinya sempat menentang pun akhirnya mengikuti amaliah dzikir dan mendukung kegiatan itu.

Pada tahun 2007, PP. SURYALAYA Perwakilan Nganjuk diresmikan oleh KH. Moh. Ali Hanafiah Akbar, selaku sesepuh PP. SURYALAYA Korwil Jatim dan Indonesia bagian timur.

Mulai itulah perkembangan semakin pesat hingga 42 titik, yaitu di daerah Nganjuk, Kediri, Madiun, Ponorogo, Trenggalek, sekaligus Malang selatan, Sumber Pucung dan Turen hingga kini.

Adapun kegiatan itu di antaranya riyadloh Salat malam dan mandi taubat dilakukan saat malam dalam satu bulan Ramadan penuh, dimulai pukul 02.00 WIB sampai selesai subuh.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date