Begini Cara Sindikat Ganjal ATM Perdayai Korbannya

Nganjuk, koranmemo.com – Setelah dilakukan interogasi, empat pelaku pengganjal mesin ATM, Cand (38) dan Mir (26) pasutri asal Kota Bandung, Der (31) warga Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat, serta Zan (38) Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat, mengaku telah beroperasi setahun lebih.

“Pengakuannya beda-beda, ada yang residivis, ada yang baru setahun dan ada yang mengaku baru ikut komplotan langsung tertangkap,” kata AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta Kapolres Nganjuk, dalam gelar rilis, Sabtu (2/6).

Selain melakukan aksinya di 2 TKP wilayah Nganjuk, lanjut Dewa, mereka juga beraksi di beberapa kota di seluruh Indonesia. Yakni, Bekasi 2 TKP, Sumedang 1 TKP, Pemalang 1 TKP, Batang 2 TKP, Kendal 2 TKP, Salatiga 1 TKP, Karangayar 1 TKP, Bayuwangi 1 TKP, Jember 2 TKP, Surabaya 3 TKP, Tangerang 3 TKP, serta Semarang 2 TKP.

Sedangkan modus operandinya, awalnya tersangka Cand menempelkan nomor call centre pelayanan kerusakan mesin ATM palsu di tutup tombol. Selanjutnya, dia memasukkan kartu ATM bekas yang sudah dimodivikasi ke mesin ATM.

“Kartu ATM bekas itu bagian tepinya dipasangi batang korek api. Tugas tersangka Zan memastikan jika kartu dimasukkan, layar monitor ATM bertuliskan eror selama lima menit,” ungkap Dewa.

Lima menit kemudian, kata Dewa, mesin ATM normal kembali. Namun jika dimasukin kartu, maka kartu tersebut akan nyangkut karena telah diganjal dengan kartu ATM bekas yang sudah dimodivikasi.

Selanjutnya, pasutri Cand dan Mir menunggu di mobil agar nanti jika nomor call centre yang dipasang tadi ada yang menghubungi, maka akan dapat diketahui PIN ATM korban. “Sesaat kemudian ada korban masuk. Tersangka Der keluar mobil berpura-pura antre,” sambungnya.

Ketika kartu korban sudah masuk namun mesin eror, dan kartu tidak dapat keluar, tugas tersangka Der untuk membujuk korban segera menghubungi nomor call centre yang dipasang oleh Cand. “Setelah diketahui nomor PIN, korban oleh tersangka Cand yang terima telpon tadi, disuruh ke bank terdekat,” jelasnya.

Begitu korban meninggalkan lokasi, barulah Can dan Mer turun dari mobil untuk menarik kartu ATM korban yang tersangkut. Kemudian mereka pergi mencari mesin ATM untuk menguras rekening korban. “Saat hendak menguras rekening inilah pelaku diringkus petugas,” pungkas Dewa.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date