Begini Aksi Dua Jambret, Sebelum Dibekuk Polisi

Tulungagung, koranmemo.com -Wisnu Yoga Pratama (20) dan Aditia Nugraha Putra (19), kedunya warga Kelurahan Kenayan Kecamatan Tulungagung harus meringkuk di balik jeruji besi.

Pasalnya, dua pemuda yang salah satunya masih berstatus pelajar kelas XII di SMK Tulungagung itu diduga menjambret sebuah handphone (hp) merk Oppo tipe A37f milik Vera Anggreini (16) warga Desa Pojok Kecamatan Ngantru di Jalan Jayengkusuma masuk Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru atau selatan Rumah Sakit Putra Waspada (RSPW) Tulungagung. Akibatnya korban mengalami kerugian sekitar Rp 1,9 juta.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa HP merk Oppo A37f warna hitam dan satu unit sepeda motor merk Honda Beat warna hitam yang digunakan kedua tersangka.“Kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek,” tegas Kasi Humas Polsek Kedungwaru Aiptu Muhaji.

Muhaji mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan korban ke Polsek Kedungwaru pada awal Agustus silam. Dalam laporannya, korban mengaku di jambret dua orang  saat melintas ke arah utara di Jalan Jayengkusuma masuk Desa Ngujang atau selatan RSPW pada Rabu (25/7) sekitar pukul 13.30 WIB.“Jada saat itu hp dipegang ditangan kanan korban, kemudian oleh Wisnu dijambret dari belakang,” katanya.

Muhaji melanjutkan, pasca kejadian tersebut korban sempat mengejar kedua pelaku Namun setibanya di simpang tiga selatan RSPW kedua tersangka berhasil melarikan diri. “Korban sempat melihat plat nomor sepeda motor tersangka yakni AG 4192,” terangnya.

Berbekal informasi tersebut lanjut Muhaji petugas langsung melakukan penyelidikan. Petugas fokus mencari keberadaan hp dan kepemilikan sepeda motor.

“Petugas mendapat informasi melalui media sosial facebook jika HP tersebut telah dibeli oleh seorang mahasiswi di IAIN,” jelasnya.

Setelah ditelusuri ternyata benar, bahwa hp tersebut adalah milik korban. Namun mahasiswi tersebut mengaku membeli hp tersebut dari konter yang berada di Desa Banaran Kecamatan Kauman seharga Rp 1,2 juta.

“Berdasarkan informasi tersebut petugas terus menelusuri jejak hp tersebut,” imbuhnya.

Dari sebuah konter di Desa Banaran tersebut ternyata hp didapatkan dari sebuah konter di daerah Pasar Ngemplak. Dimana hp dibeli seharga Rp 950 ribu.

“Nah, di konter Pasar Ngemplak tersebut hp dibeli dari salah satu tersangka yakni Aditia seharga Rp 700 ribu. Identitas tersangka dapat diketahui karena saat menjual hp pemilik konter meminta identitas Aditia,” terangnya.

Tak mau kehilangan momentum, petugas saat itu langsung menuju di sebuah kos-kosan di Kelurahan Kenayan untuk menangkap Aditia. Namun saat diinterograsi ternyata Aditia mengelaknya. Aditia mengatakan jika yang menjambret hp tersebut adalah Wisnu.

“Saat itu juga Aditia kami ajak untuk menemui Wisnu. Saat keduanya dipertemukan ternyata keduanya adalah pelakunya,” kata Muhaji.

Berdasarkan pengakuan keduanya, satu jam sebelum aksi penjambretan tersebut kedua tersangka sempat ngopi di sebuah warkop Kelurahan Kenayan untuk membahas penjambretan tersebut. Menurutnya saat itu keduanya sama-sama tidak memiliki uang.

“Akhirnya disepakati Aditia yang menyetir, dan Wisnu yang mengeksekusi. Adapun modusnya, kedua tersangka berkeliling Tulungagung untuk mencari target,” jelasnya.

Kedua tersangka juga mengaku pernah melakukan penjambretan di Kelurahan Kenayan berupa tiga buah HP. Sedangkan uang hasil penjualan sebesar Rp 700 ribu dibagi dua masing-masing Rp 350 ribu.

“Pengakuannya uang sudah habis untuk membeli rokok, ngopi, dan bensin,” katanya.

Muhaji menambahkan, saat ini petugas masih melakukan penyidikan kepada kedua tersangka. Petugas juga tengah mengorek keterangan keduanya apakah pernah melakukan tindakan kriminal di tempat lain.

“Kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 4e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter: Yopy Sandra Wijaya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date