Bayi Baru Lahir Diduga Dibunuh, Ditemukan di Kamar Mandi Kos Mahasiswi

Madiun, koranmemo.comBayi yang baru lahir ditemukan tewas di dalam kamar mandi rumah kos yang ada di jalan Cempaka, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jumat (17/5).

Diduga kuat, bayi yang baru lahir dengan berat badan sekitar 25,30 gram dan panjang 46 cm itu,  dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri. Polisi kini masih memburu pelakunya.

“Saat ini masih kita dalami. Kalau memang ada bukti dugaan pembunuhan, maka akan kita proses hukum,” kata Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono.

Beberapa saksi mata menyebut, kejadian bermula saat DW (22) warga asal Desa Pulosari, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo yang juga menghuni kos itu, masuk ke dalam kamar mandi.

Tak selang lama, DW yang masih berstatus mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Kota Madiun tersebut, keluar dan kembali ke kamar mandi dengan membawa ember. Namun, tak kunjung keluar.

“Sempat diketuk pintunya oleh teman satu kamarnya,” kata RR salah satu saksi mata yang meminta namanya untuk diinisial saja.

DW berdalih, ia sedang datang bulan. Sehingga teman satu kamarnya mengambilkan pembalut. Berselang 30 menit, DW masih saja berada di kamar mandi. Hingga akhirnya, RR memanggil pemilik kos.

 Lantaran tak mau keluar, pemilik kos meminta menantunya untuk mendobrak pintu kamar mandi. Beberapa saksi mata belum mengetahui, jika di dalam kamar mandi terdapat  bayi.

“Saat itu dia (DW,red) wajahnya pucat. Belum ada yang tau kalau di dalam kamar mandi ada bayi,” ujarnya.

RR dan pemilik kos mengira, DW menderita sakit. Dan sempat dibawa ke RS Griya Husada Madiun. Dalam perjalanan, saksi mata lainnya baru mengetahui jika di dalam kamar mandi terdapat bayi yang berada di ember. “Kaget semua melihat bayi di dalam ember yang berisi air,” jelasnya.

Mengetahui hal itu, beberapa saksi sempat membawa si bayi ke Pustu Kanigoro. Hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Kota Madiun. Sayang, nyawa bayi tak tertolong. “Sebelum sampai RSUD sudah meninggal,” tuturnya.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date