Bawaslu Pantau Perekaman KTP-el Pemilih Pemula, Ada Apa?

Kediri, koranmemo.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kediri memantau proses perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik bagi pemilih pemula di sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri. Selain itu, Bawaslu mengimbau untuk melakukan monitoring kepada mahasiswa yang melakukan pindah pilih.

Ketua Bawaslu Kota Kediri, Mansur mengatakan, pemantauan itu untuk memastikan bahwa Dispendukpencapil memang betul – betul melakukan perekaman KTP elektronik pada pemilih pemula. “Bawaslu Kota Kediri melakukan pengawasan perekaman KTP elektronik bagi pelajar di SMA dan SMK. Tujuannya untuk memastikan bahwa Dispendukcapil memang benar melakukan perekaman KTP elektronik bagi pemilih pemula,” jelasnya, saat dikonfirmasi koranmemo.com, Rabu (2/1).

Menurut Mansur, sampai saat ini masih ada masyarakat khususnya pelajar, yang belum memiliki KTP elektronik. Sedangkan pemerintah, melalui Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil memerintahkan kepada seluruh Dispendukcapil di seluruh Indonesia, untuk melakukan perekaman KTP elektronik bagi pemilih pemula. “Jadi, Bawaslu ingin memastikan para pemilih pemula ikut perekaman KTP elektronik, sehingga bisa menjadi pemilih dalam Pemilu 2019,” ujarnya.

Bawaslu, lanjut Mansur, telah berkoordinasi dengan Dispendukcapil Kota Kediri dalam hal pengawasan terhadap proses perekaman KTP elektronik bagi pemula. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dispendukcapil, bahwa harus ada layanan jemput bola untuk perekaman KTP elektronik khusus pemilih pemula sehingga pelajar yang sudah berusia 17 tahun per tanggal 17 April 2019 dapat menggunakan hak pilihnya,” ucapnya.

Bagi mahasiswa dari luar daerah Kota Kediri, jika ingin menggunakan hak pilih bisa menggunakan formulir A5 dan tercatat sebagai pemilih pindah pilih. Mahasiswa yang ingin mendapat surat suara sesuai dengan jumlah pilihan, bisa kembali ke daerah asal. “Kalau memang ingin memilih sesuai dengan lengkap 5 surat suara, bisa pulang sesuai dengan tempat pemungutan suara (TPS) asal. Namun, jika ada tugas kuliah yang tidak bisa ditinggal, harus mengurus form A5,” tuturnya.

Pemantauan perekaman jemput bola, sambung Mansur, dilakukan sampai H-2, pemilih juga bisa menunjukkan surat keterangan (suket) untuk memilih. Untuk menghindari pemalsuan suket, Bawaslu juga memantau pergerakan pindah dari luar daerah ke dalam kota. “Selain itu, dengan adanya pemantauan, diharapkan jumlah pemilih bisa maksimal. Ini juga beguna untuk menentukan jumlah surat suara yang akan disediakan di tiap TPS,” sahutnya.

Sementara itu, Anis Iva Permatasari, Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih menambahkan, pihaknya terus melakukan upaya untuk memantau pergerekan pemilih. Selain sosialisasi secara masif, data pindah pilih dilakukan pendataan secara bertahap sampai H-30. “Jika sudah terdaftar di DPT, mereka bisa menggunakan hak pilihnya. Kalau memang belum mengatongi form A5, masyarakat yang tidak sesuai TPS bisa menggunakan hak pilihnya setelah pukul 12.00 WIB,” tukasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date