Bawaslu: Jadi Tim Sukses Caleg atau Capres, BPD Terancam Kurungan Penjara

Lamongan, koranmemo.com -Lagi-lagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengingatkan unsur penyelenggara desa untuk tidak menjadi tim sukses salah satu Calon Legislatif (Caleg) atau Calon Presiden (Capres) dalam pesta demokrasi tahun ini.

Sudah barang tentu, jika menjadi pendukung salah satu caleg maupun capres, dengan segala cara di lapangan bakalan ‘bermain’, hal itu lah yang sangat diwanti-wanti pihak Bawaslu. Sebab, hal itu berdampak pada hukuman kurungan penjara dan denda Rp 12 juta jika terbukti melakukan kesalahan.

Terlepas dari itu, peringatan itu juga ditujukan kepada 2.872 orang di Kabupaten Lamongan baru-baru ini secara resmi dilantik menjadi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa dan berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa dan  menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat di desa.

“Hukuman atau denda tersebut terjadi jika anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  terbukti menjadi tim sukses caleg atau capres,” kata Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Lamongan, Amin Wahyudin, Kamis (31/01) siang kepada awak media.

Hal tersebut, tambah Amin, tertuang dalam pasal 494 Undang-undangan Nomer 7 tahun 2017 tentang pemilu.
“Dalam pasal itu disebutkan setiap aparatur sipil Negara, anggota TNI dan Kepolisian, Kepala Desa, perangkat desa, dan atau anggota BPD yang melanggar larangan sebagai mana dimaksud dalam pasal 280 ayat 3 akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp 12 juta,” jelas Amin.

Sementara itu, pihak Bawaslu juga mengharapkan peran masyarakat untuk ikut andil dalam proses pesta demokrasi secara terbuka. Siapapun segera melapor ke Bawaslu jika menemui BPD yang menjadi tim sukses caleg untuk dilakukan penangganan.

Di sisi lain, dalam prosesi pengambilan sumpah Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Bupati Lamongan, Fadeli, berharap BPD  bisa menjadi partner bagi Kepada Desa (Kades) untuk membangun desa.

“Adanya sejumlah program unggulan di desa-desa , seperti keberadaan Badan Usaha Milik Desa dan rencana pendirian Warung LA untuk meningkatkan kesejahteraan di desa. Itu semua butuh dukungan dari BPD agar sukses agar masyarakat desa semakin sejahtera,” kata  Bupati Fadeli, saat itu.

Sekedar diketahui, penyampaian itu disampaikan secara keseluruhan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se Kabupaten Lamongan yang dilantik dan disumpah sebanyak  2.872 orang melalui proses bertahap yang dimulai Senin  (28/1) hingga Kamis (31/01).

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date