Bawa Patung Bupati, Aliansi Masyarakat Tertindas Kembali Demo 

Ponorogo, koranmemo.comAliansi Masyarakat Tertindas (Non-LSM), kembali menggelar demo di kantor Pemkab Ponorogo, Senin (16/4). Bahkan kali ini massa pendemo membawa boneka Bupati Ipong Muchlisson.

Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi unjuk rasa pada, Rabu (11/4) lalu, dimana pada demonstrasi tersebut tidak ditemui oleh Bupati Ipong.Selain berorasi menuntut haknya seperti pembatalan pembangunan pabrik gamping di Kecamatan Sampung, ganti rugi lahan perkebunan dan tanaman warga terdampak Waduk Bendo, pembatalan penertiban PKL Jalan Sultan Agung, Bentor, Tambang pasir di Ponorogo, warga juga melakukan aksi membakar boneka Bupati Ipong.

Kordinator aksi, Didik Hariyanto mengatakan, aksi ini untuk menagih janji Bupati Ipong yang akan menemui masa hari ini. Pihaknya mengancam akan melakukan Golput pada Pilgub pada 18 Juni mendatang. ” Hari ini kami datang untuk menagih janji Bupati. Dia harus mengklarifikasi semua masalah ini. Kalau hari ini tidak diterima kami akan Golput pada Pilgub mendatang,” ujarnya, disambut teriakan “setuju” ratusan masa.

Setelah melakukan orasi sekitar satu jam lamanya, akhirnya sekitar 50 perwakilan massa ditemui oleh Bupati Ipong di Pendopo Kabupaten. Dalam klarifikasinya Ipong mengaku semua kebijakanya berdasarkan hukum dan aturan yang berlaku.

Hal itu sejalan dengan sumpah jabatanya pada saat pelantikan sebagai Bupati. Ia mengungkapkan beberapa kebijakan yang menimbulkan gejolak tersebut bukan tanpa solusi  sebelumnya, namun masyarakat terdampak yang enggan menerima.

” Jadi kayak Bendo dari 15 tuntutan 14 sudah kami tepati, untuk ganti rugi tanaman tumbuh aturanya Pemkab tidak boleh, Bentor itu amanat Undang Undang, dan PKL itu untuk menindaklanjuti Perda kita. Semua janji kampanye saya sudah saya tepati bila tidak puas silahkan tuntut saya. Pemkab pelayan masyarakat bukan alat pemuas masyarakat,” ujaranya.

Ironisnya, lantaran tidak diperkenankan Polres, Bupati Ipong untuk menemui masa yang melakukan aksi di depan Pemkab, proses mediasi menemui jalan buntu. Sebelum Bupati Ipong selesai menjelaskan permasalahan dan solusinya, puluhan perwakilan masa memilih angkat kaki dari pendopo.

” Mohon maaf kami kesini bukan untuk bernegoisasi tapi menjemput Pak Ipong untuk menemui warganya di luar Pemkab. Kalau tidak boleh izinkan kami undur diri untuk bergabung dan berjuang bersama kawan kami di luar,” tegas salah satu demonstrasi, Sutrisno.
Reporter: Zainul Rohman
Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date