Batik Tulis Teranggalih Layak Bersaing di Pasar

Trenggalek, koranmemo.com-Saat ini siapa yang tidak mengenal Kabupaten Trenggalek. Kabupaten di pesisir selatan Laut Jawa yang dipimpin oleh kepala daerah termuda Emil Dardak dan Moch. Nur Arifin sebagai wakilnya sudah mampu membawa daerah terpencil menjadi dikenal sampai tingkat internasional. Berbagai inovasi yang dilakukan oleh pasangan kepala daerah dan wakilnya tersebut mampu mengangkat destinasi wisata, produk lokal UKM, seni dan budaya hingga mancanegara.

Bahkan seni batik tulis lokal khas Kabupaten Trengggalek sudah memiliki standart tiggi. Bersamaan dengan peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2017 Pemkab Trenggalek menjadikan momen tersebut untuk meningkatkan produksi dan pamor batik khas yang dimilikinya.

Pemkab Trenggalek akan menggunakan merek bersama ‘Batik Teranggalih’ untuk dipakai batik-batik tulis lokal yang memiliki standar tinggi. Sehingga mampu mengangkat citra batik Trenggalek pada level premium.

Batik tulis tersebut sebenarnya bersegmen premium, karena membutuhkan tenaga pikiran dan waktu yang ekstra untuk mengerjakannya sehingga tidak bisa memproduksi massal. Pengangkatan segmen batik tulis ke level yang tinggi dikarenakan memang kualitasnya yang bagus.

Pemkab Trenggalek telah menjalin kerjasama dengan Sarinah. Rencananya batik tulis Trenggalek akan dilakukan seleksi oleh para kurator atau ahli batik lokal serta Sarinah. Selanjutnya karya yang sudah memenuhi standart akan dipasarkan di mall tersebut dengan merk Teranggalih.

“Kita sudah punya stan pamer di pertokoan Sarinah di Jakarta,” kata Ir Siswanto Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Pemkab Trenggalek.

Dijelaskannya,  pemerintah daerah juga terus mendorong para pengrajin batik khas Trenggalek untuk menggarap segmen menengah dan bawah dengan memproduksi batik dengan harga yang relatif terjangkau.

“Salah satu dengan menggenjot produksi batik cap. Mereka menyebut “Batik cap” itu bisa diproduksi secara massal, selain itu harga juga bisa lebih ditekan,” jelasnya.

Untuk merangsang pecinta maupun pengrajin batik, dikatakannya , Dekranasda Trenggalek akan segera menggelar lomba desain batik. Harapannya akan muncul ide-ide baru yang bisa diaplikasikan dalam seni membatik.

“Saat ini gerai batik lokal masih cukup minim, terutama di kawasan wisata. Padahal lokasi tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk memasarkan aneka karya batik khas Trenggalek. Misal saja kita ke Prigi, di sana tidak ada gerai batik Trenggalek, inilah yang akan dicoba pemkab untuk meningkatkan promosi dan penjualan, mengubah kawasan wisata dengan menambah gerai untuk jualan batik, yang harganya terjangkau namun kualitasnya tetap bagus,” pungkasnya.

Reporter  : Rudi Yuniriyanto

Editor      : Hamzah Abdillah

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.