Baru Sebulan Dibangun, Tembok Sekolah ini Hancur

Trenggalek, koranmemo.com – Hujan deras yang  terus mengguyur wilayah Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek,  mengakibatkan longsor hingga menghancurkan  Tembok Pengaman Bangunan ( TPB ) Sekolah Satu Atap (satap) SD  dan SMPN 2 Dongko , Kecamatan Dongko, Minggu (15/10) pukul  00.15 WIB.

Ambrolnya tembok penahan bangunan yang dikerjakan oleh CV Mardi Utomo Trenggalek  tersebut  menimpa beberapa bangunan ruang kelas. Padahal bangunan milik Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga (Disdikpora)   Kabupaten Trenggalek itu baru selesai dikerjakan pada bulan Agustus lalu. Beruntung pada saat bangunan tersebut ambrol tidak pada saat kegiatan belajar mengajar karena waktu kejadiannya malam hari.

“Beruntung saat kejadian malam hari , tidak pada saat jam kegiatan belajar, jadi tidak ada korban jiwa,” ucap Gathut Sumardianto, Direktur CV Mardi Utomo.

Gathut mengaku pekerjaan itu memang telah diseleseikan dua bulan yang lalu , tetapi masih dalam tanggung jawab pihaknya karena mengingat masih dalam masa pemeliharaan sampai satu tahun.

“Memang ini masih dalam masa pemeliharaan rekanan, “ lanjutnya.

Meskipun kejadian itu  disebabkan bencana alam, pihkanya siap membangun kembali seperti sebelumnya.

“Agar kegiatan belajar di sini tetap lancar dan  masih dalam masa pemeliharaan,  jadi masih tangung jawab kami,” katanya.

Widayana , Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK) TPB yang mengalami ambrol itu, sudah memanggil pihak rekanan . Perbaikan akan dilakukan pasca pembersihan material longsor dengan area perbaikan beberapa ruang belajar.

“Rekanan juga sudah kita panggil dan rekanan juga sudah sanggup untuk memperbaiki seperti semula,” tandasnya.

Widayana menambahkan pihaknya segera mencari solusi agar kejadian itu tidak terjadi lagi. Menurutnya kontruksi yang diperbaiki akan segera dilakukannya.

“Ini memang mengganggu proses belajar anak-anak. Kalau dibiarkan terus sangat membahayakan Siswa, karena kemungkinan akan mengalami lonsor susulan masih akan terjadi karena musim hujan masih terus mendera,” pungkasnya.

Reporter : Ahmad Yulis Satriaji

Editor      : Hamzah abdillah
Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.