Bantuan Tak Merata, Korban Longsor Ngluruk Kantor Desa Banaran

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Gara-gara bantuan korban longsor gunung cilik di Dukuh Tangkil April lalu tidak nerata dan ada yang tidak menerima, puluhan warga setempat langsung  ngluruk kantor desa setempat, Rabu (13/9).

Aksi 25 warga ini sendiri, berawal adanya bantuan dana dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Ponorogo senilai  Rp 564.064.277 yang diberikan beberapa waktu lalu. Mereka menuding bantuan sumbangan dari guru Ponorogo itu tidak tepat sasaran, lantaran sebagain warga terdampak tidak mendapat bantuan tersebut.

Tak hanya berorasi di depan  balai desa, warga juga membawa spanduk yang berisikan sindiran akibat tidak meratanya penyaluran bantuan kepada warga terdampak tanah longsor, seperti ”korban Banaran menjerit, Pemkab lalai kepada korban Banaran, dan  Usut Rekening Peduli Banaran”.

Kordinator aksi, Kateni mengatakan, warga meminta pihak desa memberi kejelasan terkait bantuan PGRI kepada korban bencana tanah longsor, serta membeberkan data penerima bantuan.

” Pembagian bantuan PGRI tidak adil dan tidak tepat sasaran mohon kejelasan, agar data penerima bantuan dari PGRI agar sesuai sasaran dan transparan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banaran Kecamatan Pulung Sarnu yang menemui warga, dengan didampingi Muspika Kecamatan Pulung, mengaku tidak tahu menahu terkait realisasi penyaluran bantuan PGRI Cabang Ponorogo tersebut.

Ia mengaku sempat terjadi kesalahan data pada proses penerimaan bantuan, namun pihaknya telah memberikan data perubahan kepada PGRI, sehingga tanggung jawab penyaluran menjadi tanggung jawab PGRI.

” Pihak desa tidak tahu menahu tentang pembagian bantuan tahap 1, data tahap 2 ada data yang benar dan salah dan kami sudah memberikan data tersebut kepada PGRI dan atas pembagian dana menjadi tanggung jawab PGRI, data yang tepat sasaran dan tidak tepat sasaran saya tidak tahu menahu,”akunya.

Kendati belum menemui titik terang namun, aksi warga ini sendiri berakhir dengan.

Perlu diketahui, dari data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, bantuan yang mengalir pada koban longsor Banaran mencapai Rp 6.049.119.233 yang dibagi menjadi 9 pos bantuan yang g meliputi: Dinas Sosial : Rp 1.099.551.662,00, PGRI : Rp 564.064.277,00, rekening Bank Jatim Ponorogo : Rp 674.381.500,00, rekening Bank Mandiri : Rp 95.478.090.-00, rekening Bank BRI Po : Rp 481.174.314,00, MDMC Muhamadiyah : Rp 667.254.880,00, rekening Bank BNI : Rp 1.099.551.662,00, BPBD : Rp 274.587.000.00, dan Desa Banaran : Rp 2.467.214510,00.

Reporter: Zainul Rohman

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *