Bank BRI Kancab Trenggalek Dirampok? Satu Nasabah Pingsan

Trenggalek, koranmemo.com – Sebanyak 40 personel yang terdiri dari Satreskrim, Shabara, Satlantas Polres Trenggalek menggelar simulasi peragaan perampokan Bank. Simulasi tersebut dilaksanakan secara langsung dan mendadak di Kantor Cabang BRI (Kancab) Trenggalek, Jumat (13/10) sekitar pukul 15.00 Wib.

Pasca peragaan simulasi keadaan dan situasi di dalam bank, baik pegawai bank maupun nasabah  seketika langsung kalang kabut. Tidak tanggung-tangung, salah satu nasabah yang pingsan karena merasa takut dengan kejadian simulasi perampokan tersebut.

Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawrman melalui Kastreskrim AKP Sumi Andana mengatakan, simulasi ini atas permintaan Kacab BRI Trenggalek dalam rangka pengamanan objek fital. Karena BRI adalah bank Negara dan sebagai kewajiban Polri dalam pengamanan dari gangguan berbagai hal seperti perampokan, bom dan ancaman lain.

“Simulasi ini diharapkan dapat bersinergi antara Polri dan Bank tentang SOP sistem pengamanan. Sehingga sistem SOP internal pengaman dari BRI sendiri  kita padukan untuk mengatisipasi tatkala ada kejadian semacam ini,’’ ungkap Andana.

Kepala cabang  BRI Trenggalek Rachmad Budi Sulistya mengatakan, simulasi yang di peragakan oleh Polres Trenggalek bersinergi dengan Kacab BRI Trenggalek ini  bertujuan untuk melatih kesigapan seluruh karyawan dan cepat tanggap apa bila terjadi peristiwa seperti ini.

“ Simulasi perampokan ini dilaksanakan secara mendadak dan seluruh karyawan tidak ada yang tahu, cuma saya dan dua staf yang kami beritahu. Kita ini menjalankan apa menejemen kelangsungan usaha, ketika ada gangguan seperti perampokan, bencana alam diharapkan selalu siap dan cepat tanggap,’’ ucapnya.

Asisten Menejer Operasional Kacab BRI Trenggalek Maratus Sholihah menuturkan, simulasi yang diperankan anggota Polres Trenggalek benar-benar menegangkan seolah-olah seperti perampok beneran. Pasca kejadian seluruh karyawan seketika langsung berhamburan menyelamatkan diri sendiri, bahkan ada salah satu nasabah yang pingsan.

“ Dengan kejadian ini tadi cukup kacau dan menakutkan, kami bersama teman secara spontan langsung menyelamatkan diri dan sudah  tidak peduli dengan uang yang berserakan.  Terus terang kami cukup takut sekali dengan simulasi tadi dan yang penting selamatkan diri dulu masalah uang itu nomer 1000,’’pungkas Maratus S.

Reporter : Suparni

Editor      : Hamzah Abdillah
Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.