Bandar Judi Ditangkap, Uang Jutaan Rupiah Disita

Kediri, koranmemo.com —  Anggota Satreskrim Polres Kediri Kota menangkap  bandar judi yang diketahui melakukan praktik judi dadu di Pos Kampling yang berada di Desa Maron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, Kamis (23/5) sekitar pukul 02.00 WIB. Terlapor tersebut diketahui berinisial YTM (25) asal Dusun Geneng Desa Maron Kecamatan Banyakan.

Sebelumnya, polisi mendapatkan informasi ada segerombolan orang yang berada di Pos Kampling. Awalnya, polisi mengira orang tersebut sedang melakukan jaga malam untuk menjaga keamanan di lingkungan sekitar seperti warga lainnya. Namun, saat dilakukan pemeriksaan, ternyata ada beberapa lembar uang yang diletakkan di sebuah papan dengan tulisan nomor.

Menurut Kassubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Kamsudi, anggota yang melakukan pemeriksaan, mengetahui kumpulan orang tersebut sedang melakukan judi. Namun, mereka menggunakan aplikasi CCD, sebagai pengganti dadu.

“Dengan kemajuan zaman, justru disalahgunakan oleh mereka. Padahal, perbuatan judi jelas-jelas melanggar hukum,” ucapnya.

Cara kerja aplikasi tersebut, bandar menekan tombol sehingga dadu di aplikasi berputar. Saat dadu berputar, warga lain yang mengikuti judi tersebut menaruh sejumlah uang ke papan yang sudah bertuliskan nomor sesuai dengan mata dadu tersebut.

Jika mata dadu sesuai dengan nomor yang mereka pilih, mereka akan memperoleh sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan. Apabila tidak sesuai dengan pilihan, maka uang penombok akan menjadi milik bandar.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, petugas membawa terlapor ke Mapolres Kediri Kota untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Selain membawa terlapor, petugas juga menyita telepon genggam yang digunakan untuk memutar dadu melalui aplikasi, sebuah papan untuk menaruh uang taruhan, dan uang tunai hasil taruhan sejumlah Rp 2.168.000.

Karena terlapor selaku bandar dalam perjudian tersebut, ia bisa dikenakan Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman sepuluh tahun penjara dan denda Rp 25 juta. Juga diatur dalam juncto Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Judi juncto Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1981 juncto Instruksi Presiden dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 5, Tanggal 1 April 1981.

Tidak hanya judi dadu, petugas juga menangkap dua terlapor yang diketahui melakukan judi online. Dua terlapor tersebut diketahui berinisial TJ (65) asal Kelurahan Kaliombo Kecamatan Kediri Kota sebagai pengecer, dan SF (62) asal Kelurahan Betet Kecamatan Pesantren Kota Kediri sebagi pihak yang bertaruh (penombok).

Petugas menyita uang tunai sejumlah Rp 332.000, kertas dengan nomor togel, satu kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dan telepon genggam yang digunakan untuk bertransaksi nomor togel. TJ diancam dengan Pasal 303 ayat (1) ke 2 KUHP, sedangkan SF diancam dengan Pasal 303 Bis KUHP, dengan selisih maksimal masa tahanan selama 6 tahun.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date