Bandar Ganja 8 Kg Dibekuk BNNP Jawa Timur

Surabaya, koranmemo.com -Bidang Pemberantasan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur menggagalkan peredaran gelap narkotika jenis ganja kering seberat 8 Kilogram, setelah membekuk seorang pelaku diketahui bernama Eko Prasetyo.

“Benar kami, Sabtu (9/6/2018), menangkap seorang bandar  narkotika jenis ganja kering yang berusia 26 tahun dan sebelumnya sudah kami lakukan pengintaian selama tiga hari terakhir,” kata Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Timur, AKBP Wisnu Candra, Sabtu (9/6/2018).Saat itu lanjutnya Perwira Dua Melati di pundaknya, anggota BNNP Jatim mengendus pelaku Eko Prasetyo selama perannya sebagai bandar kecil terbiasa mengedarkan barang haram jenis ganja di daerah wilayah Jawa Timur Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, hingga Banyuwangi.

“Kami bekuk pelaku tersebut di dekat rumahnya, di daerah Jalan Temenggungan No.30, Petung Asri, Pandaan, Pasuruan, Jatim, sekitar pukul 11:30 WIB,” jelas AKBP Wisnu Candra kepada koranmemo.com.

Masih kata Wisnu, pelaku ditangkap oleh anggota setelah mengambil paketan kardus terbungkus lakban warna coklat dan dilapisi plastik warna hitam dari jasa pengiriman expedisi.

“Setelah kami lakukan penggeledahan, paketan tersebut berisikan beberapa gulungan paketan ganja kering seberat 8 Kg, dengan total beratnya 7000 Gram,” terangnya.

Oleh pelaku Eko Prasetyo menurut Wisnu, paket ganja kering ini dipesannya dari seorang bandar dari Medan, Sumatera Utara (Sumut).

“Paket barang ganja kering dikirim, melalui jasa layanan jalur udara pesawat, Bandara Udara Juanda, Surabaya. Setelah itu diantar ke daerah Pasuruan melalui jasa pengiriman expedisi,” imbuhnya.

Ditambahkan, saat ini anggota  Bidang Berantas BNNP Jatim masih melakukan pemeriksaan  lebih dalam terhadap pelaku. “Barang bukti lainnya juga yang kami sita diantaranya, 1 unit ponsel, serta 1 unit kendaraan bermotor jenis sport bebek Suzuki Satria Fu bernopol S-5126-PZ sebagai sarana,” tandasnya.

Reporter: M. Fauzi

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date