Bancaan 2 Ton Salak

Jombang, Memo – Warga Desa Galengdowo Kecamatan Wonosalam, menggelar acara bancaan salak, Minggu (29/5) pagi. Sedikitnya 2 ton lebih salak disusun menyerupai tumpeng dengan ketinggian 4 meter. Acara ini digelar sebagai bentuk rasa syukur warga lantaran hasil panen salak tahun ini berlimpah.

Beginilah kemeriahan acara bancaan salak pondoh di Desa Galengdowo Kecamatan Wonosalam, Minggu (29/5) kemarin (agung/memo)
Beginilah kemeriahan acara bancaan salak pondoh di Desa Galengdowo Kecamatan Wonosalam, Minggu (29/5) kemarin (agung/memo)

Wartomo, Kepala Desa Galengdowo sekaligus panitia acara menuturkan, acara tumpeng salak digelar untuk yang pertama kalinya. “Ini baru pertamakali kami adakan sekaligus sebagai bentuk rasa syukur kami atas limpahan rezeki berupa tanaman salak yang subur,” kata Wartomo kepada wartawan.

Wartomo menambahkan, Desa Galengdowo memang sebagai penghasil salak jenis pondoh yang dikenal memiliki rasa manis serta berdaging tebal. Sedangkan dalam acara kemarin, ada 2016 buah salak yang disusun. Jumlah itu sesuai dengan angka tahun ini. Sedangkan salak yang dijadikan tumpeng tersebut merupakan patungan hasil panen para petani Desa Galengdowo.

Bancaan Salak sendiri dipusatkan di Bumi perkemahan pengajaran Desa Galengdowo, dengan diikuti ratusan orang. Prosesi acara diawali dengan baca doa bersama. Setelah itu, gunungan salak dan buah-buahan menjadi rebutan warga.

“Semoga acara Bancaan Salak ini bisa mendatangkan berkah bagi para petani salak. Selain itu acara bancaan diharapkan menarik wisatawan
lokal dan internasional, seperti saat kenduri durian beberapa bulan lalu sehingga masyarakat di daerah Desa Galengdowo mendapatkan tambahan rezeki,” pungkas Wartomo.

Sementara, meski baru digelar untuk pertama kalinya, acara bancaan salak tak kalah meriah dengan acara kenduri durian yang juga menjadi agenda tahunan di Wonosalam. Acara kemarin juga dihadiri pejabat Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) Wonosalam. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date